GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Kebijakan Work From Bali Dikritik Sejumlah Ekonom, Ini Jawaban Luhut

Luhut Binsar Panjaitan / tempo.co

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku heran kebijakan work from Bali (WFB) yang digulirkannya dikritik beberapa ekonom.

Padahal, menurut Luhut, kebijakan tersebut bertujuan untuk menghidupkan ekonomi di Bali, karena kawasan tersebut merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak pandemi cukup parah.

Kebijakan tersebut sebenarnya bertujuan untuk membantu ekonomi sebagai dampak pandemi. Menurut Luhut, program WFB atau kerja dari Bali itu bertujuan menolong perekonomian Bali yang terkontraksi 9,8 persen.

“Kadang saya enggak ngerti, ekonom-ekonom itu ya,” kata Luhut saat ditemui usai acara Yayasan Del 20th di Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021).

Menurut Luhut, program itu juga merupakan salah satu jenis stimulus yang diberikan pemerintah.

Baca Juga :  Heboh! 700-an Makam Pasien Covid-19 Ini Dibongkar Karena Terbukti Tidak Terpapar Corona

“Bansos (bantuan sosial) juga lah, dalam bentuk lain, sehingga hotelnya bisa jalan, orang jadi kerja,” kata dia.

Sebelumnya, rencana Work from Bali itu disampaikan Luhut pertama kali pada 18 Mei 2021. Lewat program tersebut, beberapa PNS dari tujuh kementerian di bahwa nauangan Luhut akan ikut WFB. Sebanyak 16 hotel pun disiapkan untuk menampung para PNS di di kawasan The Nusa Dua, Bali.

Tapi, program ini dikritik Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudistira.

“Ini bukan kebijakan yang pas. Pemerintah masih kesulitan untuk mengatur defisit APBN yang lebar, sehingga perjalanan dinas selayaknya dipangkas,” ujar Bhima dalam pesan tertulis kepada Tempo, Jumat (21/5/2021).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Diminta PVRI Batalkan Pemecatan 51 Pegawai KPK

Adapun Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam menilai program PNS Work from Bali harus dijelaskan kepada publik secara terang benderang.

Tujuannya untuk memastikan anggaran negara yang digunakan dalam program ini bisa dikelola secara akuntabel.

“Harus dibuka, berapa banyak PNS yang ke sana, anggaran yang digunakan, fasilitas apa saja yang diberikan,” kata Roy saat dihubungi di Jakarta, Minggu (23/5/2021).

Selain itu, kata Roy, pemerintah harus menjelaskan target dari program ini sampai kapan. Termasuk, apakah program ini hanya akan dilakukan di Bali saja, atau bisa ke daerah lainnya juga.

Meski demikian, program terus berjalan. Bahkan tak hanya tujuh kementerian yang ikut. Luhut menyebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hari ini juga sudah bekerja dari Bali.

Baca Juga :  Densus 88 Ringkus Empat Terduga Teroris Jaringan JAD di Jawa Barat

Menurut Luhut, Bali dipilih jadi destinasi WFB karena memang kondisi perekonomian di sana yang paling terdampak Covid-19. Tapi di sisi lain, kasus Covid-19 di Bali juga sudah menurun.

Tingginya tingkat vaksinasi Covid-19 di Bali dinilai berpengaruh terhadap penurunan jumlah kasus ini. Sebab, kata Luhut, jumlah masyarakat yang divaksin di Bali sudah lebih dari 1 juta.

Luhut menargetkan angkanya bisa mencapai 2 juta orang pada akhir Juli 2021 untuk mencapai herd immunity.

“Kita harus optimis,” kata dia. Redaksi

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/06/kebijakan-work-from-bali-dikritik-sejumlah-ekonom-luhut-justru-mengaku-heran/