GROBOGAN.NEWS Solo

Kasus Covid-19 Melonjak, Akses Menuju Objek Wisata Rowo Jombor Ditutup

Petugas gabungan saat melaksanakan  penutupan akses objek Wisata Rowo Jombor di Krakitan, Bayat, Klaten yang ditutup mulai Selasa sore (22/6/2021) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Ist

KLATEN, GROBOGAN.NEWS-Lonjakan penularan virus corona atau Covid-19 di Klaten menjadi perhatian khusus.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Klaten terus berupaya keras untuk melakukan penanganan lonjakan kasus Covid-19.

Salah satunya, Pemerintah Kabupaten Klaten menutup seluruh objek wisata di wilayah tersebut.

Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Klaten Nomor 3 tahun 2021 tentang percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Klaten.

Seperti yang dilakukan pada Objek Wisata Rowo Jombor di Krakitan, Bayat, Klaten yang ditutup mulai Selasa sore (22/6/2021) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga :  Kasus Baru Covid-19 di Sukoharjo Bertambah 82 Orang, Sembuh 70 Orang

Petugas dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten dibantu Satpol PP, Dinas Perhubungan dan aparat TNI Polri menutup akses jalan masuk ke objek wisata Rawa Jombor dengan water barrier (pembatas jalan berwarna oranye) dan garis larangan melintas.

Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho mengatakan pihaknya segera memberikan sosialisasi terkait instruksi tersebut kepada pelaku pariwisata, jika akan dilakukan penutupan seluruh objek wisata di Klaten.

“Penutupan dilakukan di objek wisata, sekaligus segala aktivitas di dalamnya,” ungkapnya, ditemui di lokasi penutupan.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo Masih Jauh dari Target

Penutupan Rawa Jombor diawali dengan pemasangan water barrier milik Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten pada akses jalan seputar Rawa Jombor. Selain itu, dipasang pula garis larangan melintas milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten.

“Belum ada batas waktu penutupan. Yang menjadi pertimbangan adalah situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 sesuai dengan Instruksi Bupati,” kata Sri Nugroho.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan mengatakan, penutupan dilakukan untuk memastikan tidak ada kerumunan masyarakat, khususnya di lokasi wisata. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah munculnya klaster wisata, mengingat kondisi penularan Covid-19 di wilayah Klaten masih tinggi.

Baca Juga :  Guru SMKN 1 Gondang, Sragen Meninggal Covid-19. Sekeluarga Juga Terpapar

“Kami mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi Klaten, yang sudah masuk di zona merah penyebaran Covid-19. Diharapkan, melalui upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Klaten, kondisi Klaten menjadi stabil,” paparnya.

Dengan ditutupnya akses Rawa Jombor, mobilitas masyarakat yang tinggal di sekitarnya dialihkan ke jalur lainnya yang tidak mengarah ke area rawa.RIS