GROBOGAN.NEWS Solo

Toko Mainan Anak di Jalan Lawu Karanganyar Terbakar saat Hujan Gerimis

Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api yang membakar ruko yang menjual mainan anak di Jalan Lawu No 54 Tegalwinangun RT 03/23 Tegalgede , Karanganyar, Jateng terbakar, Kamis (24/6/2021). Ist

KARANGANYAR, GROBOGAN.NEWS-Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Lawu No 54 Tegalwinangun RT 03/23 Tegalgede , Karanganyar, Jateng.

Dalam peristiwa ini, sebuah ruko yang menjual mainan anak terbakar.

Kebakaran tersebut terjadi pada saat cuaca hujan gerimis sehingga membuat laju api terhambat air hujan.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan, pada Kamis (24/6/2021) sekitar pukul 16.00 WIB warga sekitar TKP heboh menyusul adanya asap membumbung dari ruko tersebut.

Baca Juga :  Polisi dan Satgas Covid-19 Sambungmacan Sragen Bubarkan Hajatan, Karena Berlangsung Terlalu Lama

Pada saat itu Rafael (16) anak dari pemilik toko melihat api sudah besar di lantai dua. Rafael langsung melarikan diri keluar rumah dan melaporkan kejadian itu pada Unit Damkar Satpol PP Karanganyar.

Selang lima menit kemudian tiga unit mobil Damkar datang dan langsung memadamkan api. Hanya butuh waktu tak sampai 10 menit api bisa dipadamkan.

Baca Juga :  Sragen Masuk Level 4, Bupati: Banyak Warga Tak Jujur dan Takut Dibawa ke Rumah Sakit

Kabid Linmas Damkar Kantor Satpol PP Pemkab Karanganyar Budi Cahyono SH membenarkan kejadian tersebut dan sudah diatasi dengan baik.

“Tidak ada korban jiwa hanya kerugian material kisaran puluhan juta rupiah,” ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (24/6/2021).

Menurut Budi kejadian itu diduga kuat karena konsleting listrik dilantai dua ruko tersebut.

Baca Juga :  Polemik TPA Tanggan, Sragen, Pihak DLH Segera Perbaiki Pengelolaan Sampah dan Limbah Tinja

Entah mengapa tiba-tiba asap muncul dari dekat stop kontak dan hanya hitungan detik api menjalar begitu cepat.

Untuk itu Budi menghimbau agar stop kontak harus terkontrol jangan terlalu banyak dibebani tancapan jek karena kabel bisa jadi tidak kuat.

“Dari data yang sering diterima kurun waktu tiga bulan ini kebakaran dipicu karena konslet terkait stop kontak,” ujarnya. Beni Indra