GROBOGAN.NEWS Grobogan

Grobogan Satu di Rumah Saja Jilid II, Bupati Sri Sumarni Saksikan Dua Warga Ngaringan Terdeteksi Terpapar Covid-19 saat Terjaring Razia di Pos Penyekatan Klambu

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Dandim 0717/Purwodadi Dandim Letkol Inf Asman Mokoginta dan Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyaningsih saat melakukan monitoring di pos penyekatan di wilayah Kecamatan Klambu yang merupakan area perbatasan dengan Kabupaten Kudus. Ist

PURWODADI, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan telah menerapkan kebijakan Gerakan Grobogan Satu Hari di Rumah Saja Jilid II.

Kebijakan ini merupakan salah satu program strategis dalam menekan penularan virus corona atau Covid-19 di Grobogan.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat pun diminta untuk tidak beraktivitas di luar rumah terhitung mulai pukul 05.00 hingga 05.00 pada hari berikutnya atau selama 24 jam.

Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Grobogan terus meningkatkan upaya pengendalian laju penularan dengan melakukan penyekatan di akses-akses utama menuju seluruh area perbatasan wilayah.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD Grobogan, Dinkes Grobogan, PMI Grobogan, Dishub Grobogan dan Satpol PP Grobogan bersiaga di pos penyekatan untuk menyekat warga.

Petugas gabungan melakukan imbauan kepada masyarakat agar berputar arah lantaran jalur tersebut hanya diperbolehkan untuk mereka yang akan menuju ke fasilitas kesehatan.

Masyarakat juga diminta untuk melakukan swab tes antigen sebelum memasuki area tersebut. Dari sembilan orang yang ikut tes antigen, dua diantaranya reaktif.

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta dan Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyaningsih pun melakasanakan peninjauan langsung di sejumlah pos penyekatan.

Seperti monitoring di pos penyekatan di area perbatasan Kabupaten Grobogan dan Kudus, yakni di wilayah Klambu.

Di area pos penyekatan tersebut, rombongan Bupati Sri Sumarno menyaksikan adanya rombongan takziah dari Desa Tanjung Kecamatan Ngaringan yang hendak menuju ke Kabupaten Jepara.

Menurut Sri Sumarni, petugas gabungan pun langsung menghentikan rombongan tersebut. Selanjutnya, seluruh rombongan menjalani uji swab antigen. Hasilnya, dua orang yang diketahui pasangan suami istri dinyatakan reaktif.

“Petugas langsung menggelar uji swab antigen kepada seluruh rombongan satu keluarga yang hendak takziah menuju Jepara. Ada dua orang yang merupakan pasangan suami istri hasil swab reaktif. Tim langsung melakukan penanganan lebih lanjut,” terang Bupati Grobogan Sri Sumarni, kemarin.

“Anggota rombongan lain yang hasil tesnya non reaktif langsung diminta putar balik menuju ke tempat asal di Desa Tanjung, Ngaringan,” sambung Bupati Sri Sumarni.

Lebih detail, Bupati Sri Sumarni menyampaikan, pihaknya langsung mengintruksikan kepala desa asal rombongan untuk segera mempersiapkan isoalasi mandiri kepada kedua orang yang reaktif.  Pihaknya juga meminta agar program Jogo Tonggo melakukan persiapan penanganannya.

“Pak Kades (Kepala Desa Tanjung) dan cariknya (Sekretaris Desa) langsung saya hubungi jika ada dua orang warga harus segera diisolasi mandiri. Jogo Tonggo harus difungsikan kembali,” terang Bupati.

“Namun, apabila tidak memungkinkan bisa menjalani isolasi terpusat yang telah disiapkan pemerintah yakni di Hotel Catra,” imbuh Sri Sumarni.

Sri Sumarni menambahkan, pihaknya memohon kepada seluruh masyarakat Kabupaten Grobogan untuk bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan mengurangi mobilitas. Apalagi pada program gerakan Grobogan Satu Hari di Rumah Saja Jilid II ini difungsikan agar masyarakat sehari saja di rumah sebagai upaya mencegah lonjakan Covid-19.

“Saya mohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama mendukung seluruh upaya pemerintah untuk menangani pandemi virus corona,” terang Sri Sumarni.

“Saya mohon, masyarakat patuhi protokol kesehatan. Pakai masker, jauhi kerumunan, kurangi mobilitas, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun,” imbuh Bupati.

“Tanpa dukungan masyarakat, pemerintah akan mengalami banyak kendala. Satpol PP, TNI, Polri dan tenaga kesehatan sudah bekerja keras,” sambung Bupati lebih lanjut.ARY