GROBOGAN.NEWS Kudus

Tragedi Ledakan Petas Renggut 1 Nyawa Akibatkan 3 Korban Luka, Penjual Petasan yang Timbulkan Korban Telah Diringkus

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Tragedi petasan merenggut nyawa di wilayah Undaan, Kudus, Rabu (13/5) malam lalu menyisakan duka mendalam.  Ledakan petasan itu telah mengakibatkan satu korban nyawa dan tiga korban luka-luka.

Aparat Polres Kudus bergerak cepat dan menangkap penjual bahan petasan asal Pati buntut kasus ledakan petasan di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, tersebut.

“Dari hasil pengembangan (kasus ledakan petasan di Desa Karangrowo), bahan petasannya diambil dari daerah Sukolilo Pati,” terang Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma, Jumat (14/5).

“Kami sekali lagi mengimbau, jangan bermain petasan,” sambung Kapolres.

Kapolres melanjutkan, penjual petasan berinisial AM (42) diringkus di sekitar tempat tinggalnya pada Kamis (13/5) dini hari. Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan sejumlah alat-alat yang digunakan untuk meracik bahan peledak.

Baca Juga :  Selesai Isolasi Terpusat di Asrama Haji Donohudan 307 Warga Kudus Dipulangkan, 3 Warga Wafat saat Jalani Isolasi Terpusat   

“Barang bukti berupa sejumlah peralatan yang digunakan untuk meracik bahan peledak  satu buah botol kaca, satu buah karung sak warna putih yang digunakan sebagai alas, satu bungkus plastik, satu saringan kopi, dan satu timbangan. Barang bukti bahan peledak atau obat petasannya disebut sudah habis terjual,” sambung Kapolres.

“Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti 21 petasan berukuran panjang 15 cm dan diameter 5 cm yang dijual ke sejumlah pemuda yang menjadi korban ledakan petasan di Desa Karangrowo, Undaan, Kudus,” imbuh Kapolres.

AKBP Aditya menambahkan, tersangka memperjualbelikan bahan peledak untuk membuat petasan sejak dua tahun terakhir.

Baca Juga :  Terkena Operasi Penyekatan, Sejumlah Pengendara Asal Kudus Terdeteksi Terpapar Covid-19

Ia juga mengungkapkan, penjual petasan AM mengaku bisa meracik sendiri petasannya, lantaran pengalamannya bekerja di tambang. Bahan yang digunakannya mulai dari loras, belerang, dan brom diperoleh di penjual lokal Pati.

“Membuatnya setiap bulan puasa atau menjelang Lebaran untuk dijual seharga Rp150 ribu per kilogram. Sedangkan, yang sudah terjual mencapai 6 kilogram. Adapun, korban ledakan petasan membeli sebanyak 2,2 kilogram,” sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, petasan berbahan kertas gulungan yang menewaskan satu orang dan melukai tiga orang di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudusdiketahui berukuran cukup besar.

Data yang berhasil dihimpun, dari hasil pemeriksaan kepolisian, petasan kertas tersebut tingginya sekitar 50 sentimeter dengan diameter 20 sentimeter. Petasan ini buatan sendiri dari gulungan kertas.

Baca Juga :  Dua Terduga Pelaku Pembunuhan dengan Korban Seorang Anak Jalanan di Kudus Diringkus

Adapun ledakan petasan di Desa Karangrowo, terjadi terjadi pada Rabu (12/5) sekira pukul 19.30 WIB. Seorang mahasiswa meninggal dunia dan tiga temannya mengalami luka akibat ledakan. Keempat korban diketahui adalah teman sekampung yang ingin meledakan petasan untuk merayakan momen Lebaran.

Namun nahas, di luar dugaan, ledakan petasan berbahan gulungan kertas tersebut justru menyambar keempat korban.

Korban meninggal dunia berinisial TM (19). Sementara ketiga korban luka-luka yakni KA (19), MF (18), dan MN (16).

Semua korban dibawa ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Ketiga korban yang selamat saat ini masih menjalani perawatan. Nor Ahmad