GROBOGAN.NEWS Solo

Rumah Karantina di Desa Sepat,  Sragen Ini Benar-benar Horor! Ini Kesaksiannya

Foto: Wardoyo
IMG20210423103524 copy 1024x768
Tulisan  tangan di tembok rumah karantina ini menjadi bukti betapa menyiksanya tinggal di rumah kosong tersebut / Foto: Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Paran pemudik bandel asal Sragen sebenarnya sudah disediakan tempat karantina yang istimewa dan berbau horor, yakni rumah hantu yang terletak di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sragen.

Sampai H-2 Lebaran ini, memang belum ada pemudik yang menghuni  rumah untuk karantina mandiri  tersebut.  Namun ada yang aneh dengan penampakan rumah hantu tersebut.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , di beberapa sudut tembok bagian dalam, muncul tulisan tangan. Tulisan tangan berisi pesan dan kesan keangkeran rumah hantu itu juga muncul di dinding bilik yang pernah dihuni 6 orang pemudik bandel setahun lalu.

Baca Juga :  Tonjolkan Local Wisdom, Hetero Space Segera Hadir di Kota Solo, Penasaran ?  

Tulisan tangan itu diantaranya terlihat di bilik bagian tengah yang berbunyi “Aku arep manut Pak Lurah tenan. Kapok Nang rumah hantu!!!.

Kemudian di dinding tembok dekat saklar bagian timur yang bersebelahan dengan pintu juga terdapat tulisan tangan. Di bagian atas ada nama dan bawahnya tertera pesan imbauan.

Baca Juga :  Sehari, Lima Warga Sukoharjo Meninggal Akibat Covid-19, Total Tembus 468 Orang

“Rachmadi SMG
Ojo Ini Sing Nyusul Aku Ya Lurrr!!!” begitu bunyinya.

Kades Sepat, Mulyono membenarkan tulisan tangan di dinding rumah hantu itu muncul sejak ada enam pemudik yang dikarantina mandiri di dalamnya setahun silam.

Tulisan itu diduga memang ditulis oleh para penghuni selama menjalani karantina.

“Yang nulis mereka sendiri. Mungkin mereka ingin megungkapkan perasaannya saat menghuni rumah hantu. Ya mungkin itu bisa jadi pembelajaran bagi mereka. Setelah keluar bisa cerita ke orang bagaimana ketika di dalam rumah hantu,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (11/5/2021).

Baca Juga :  Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SMAN Tawangmangu, Gubernur Ganjar Semringah

Mulyono menguraikan selama musim mudik tahun lalu, memang sudah ada enam orang yang disanksi dijebloskan ke rumah hantu.

Lantaran mereka ngeyel dan bandel nekat keluar rumah padahal harusnya masih isolasi mandiri. Ia menyampaikan mayoritas penghuni memang kemudian menyerah dan meminta dilepaskan.  Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/05/serem-muncul-tulisan-tangan-di-tembok-dan-bilik-rumah-hantu-di-sepat-masaran-sragen-salah-satunya-ada-nama-orang-dan-pesan-jangan-ada-yang-nyusul-aku/