GROBOGAN.NEWS Semarang

Wagub Jateng Kembali Tekankan Pentingnya Program Literasi Al Qur’an untuk Perkuat Pemahaman Kitab Suci Umat Islam Secara Utuh

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah JQH NU Provinsi Jawa Tengah, Rabu (26/05) di Masjid Agung Jawa Tengah. Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap, Jamiiyyatul Qurra’wal Huffadz (JQH) sebagai organisasi yang membidangi literasi Al Qur’an bisa membantu pemahaman kitab suci umat Islam ini secara utuh.

Harapan ini disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah JQH NU Provinsi Jawa Tengah, Rabu (26/05) di Masjid Agung Jawa Tengah.

Ia menjelaskan, Al-Qur’an adalah pokok ilmu agama Islam sehingga dalam memahaminya dibutuhkan ahli tafsir.

Baca Juga :  Unik, di Kota Salatiga Gubernur Ganjar Minta Pasien Covid-19 Isolasi Diminta Nge-vlog Edukatif Berbagi Cerita Bahaya Covid-19

“Al-Qur’an tidak letterlek (secara harfiah dalam memahaminya). Kita butuh ahli tafsir yang membidangi Al-Qur’an. Sehingga Al-Qur’an diterjemahkan kepada masyarakat bukan atas pemikiran kita, bukan atas terjemahannya, tetapi bagaimana kita melihat Nuzulul Qur’annya.

Bagaimana kita melihat dari sebab-sebab turunnya wahyu, sehingga saya berharap JQH bisa me- manage (mengelola)  pondok pesantren menjadi satu kesatuan,” paparnya.

Baca Juga :  Kabupaten Semarang Zona Merah, Sejak Awal Juni Terjadi Penambahan 1.059 Kasus Baru Covid-19

Lebih lanjut Taj Yasin menyampaikan , kesatuan yang dimaksud adalah pendidikan Al-Qur’an yang terintegrasi antara hapalan, teknik pembacaan serta tafsir Al-Qur’an. Karena menurutnya, setiap pondok pesantren biasanya memiliki fokus masing-masing.

Bila JQH bisa mengelola konsentrasi di setiap pondok pesantren, maka pemahaman Al-Qur’an akan menjadi semakin utuh.

Dengan pemahaman Al-Qur’an yang semakin utuh, persoalan kerukunan beragama dapat menjadi lebih terjaga.

Baca Juga :  16 Pegawai PN Semarang Kena Corona, Tiga Taman di Kota Semarang Ditutup Sementara

“Sehingga apa yang dikhawatirkan pemerintah saat ini, (ancaman pada) kerukunan beragama, kerukunan umat, ini bisa ditekan. Perpecahan umat bisa ditekan dengan adanya JQH NU,” tuturnya

Taj Yasin juga mengingatkan, bahwa Al-Qur’an adalah gambaran akhlak Rasulullah SAW. Maka, kemampuan menguasai kitab suci ini juga harus diiringi dengan penerapan akhlak yang sesuai dengan ajaran di dalamnya. Arya