Muncul Keluhan Buruh di Sragen Soal THR, DPRD Minta Disnaker Cari Solusi Terbaik

Ilustrasi THR / pixabay
  • Bagikan

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Adanya kasus perusahaan yang diduga tidak membayar tunjangaan hari raya (THR) sesuai ketentuan, sampai juga ke wakil rakyat di DPRD Sragen.

Karena itu, Ketua DPRD Sragen, Suparno berharap perusahaan dan buruh bisa duduk bersama agar bisa mencapai kesepakatan terbaik perihal THR.

Suparno mengatakan, DPRD Sragen mengaku prihatin dengan munculnya sejumlah aduan dari buruh terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) menjelang Lebaran ini.

Dinas terkait dan perusahaan pun diminta segera turun tangan mencari solusi terbaik agar semua bisa berjalan sesuai ketentuan tanpa ada yang dirugikan.

Baca Juga :  Mahasiswa UNS Wafat saat Diklat Menwa, Inilah Ungkapan Keprihatinan Bupati Karanganyar

Suparno mengakui, memang belum ada aduan langsung dari pekerja. Namun informasi yang diperoleh, sudah ada keluhan dari para buruh mengenai THR.

Dinas terkait yakni Disnaker, menurut Suparno, juga diharapkan bisa memfasilitasi dan terjun melakukan penanganan agar persoalan THR bisa mendapat solusi tanpa ada yang dirugikan.

“Saya berharap semua bisa menyadari tanggungjawab dan kewajibannya masing-masing. Termasuk kaitannya dengan THR ini. Harapan kami bisa dicari solusi terbaik,” paparnya.

Legislator asal PDIP itu menyampaikan solusi dan kesadaran bersama sangat diperlukan mengingat situasi saat ini memang dilematis.

Baca Juga :  Wanita Pemotor Ini Ngglangsar Diseruduk Mobil dari Belakang. Akhirnya Tewas di Lokasi Kecelakaan

Di satu sisi, THR adalah hak buruh yang besarannya sudah diatur dan ditentukan undang-undang. Di lain sisi, kondisi perusahaan dan dunia usaha juga tidak dipungkiri juga terpengaruh pandemi.

“Kesadaran dan tanggungjawab, ini yang perlu digarisbawahi. Kami minta dinas turun tangan, apapun persoalan harus bisa diselesaikan. Setiap aduan segera ditangani dan dicarikan solusi terbaik,” terangnya.

Sebelumnya, kalangan buruh di sejumlah perusahaan dan pabrik di Sragen mengeluhkan pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang dinilai tak sesuai aturan.

Baca Juga :  Rudy Tegaskan Polemik Banteng-Celeng Tidak Lagi Dibesar-besarkan. Akui Lebih Dekat dengan Ganjar

Tidak hanya besarannya yang di bawah ketentuan, pembayarannya juga akan dicicil.

Padahal Kementerian Tenaga Kerja sudah menegaskan bahwa perusahaan wajib membayar THR penuh dan tidak boleh dicicil maksimal H-7 sebelum hari raya Lebaran.

Keluhan itu mencuat dari buruh pabrik di beberapa wilayah di Sragen. Beberapa di antaranya adalah buruh di pabrik tekstil di wilayah Sidoharjo dan Sambungmacan.

Salah satu buruh sebuah pabrik di Sambungmacan, S (25) menuturkan, saat ini dia dan buruh lainnya resah dengan kebijakan perusahaannya dalam membayar THR.

  • Bagikan