GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Kebahagiaan di Bulan Ramadan, Berpisah Selama 36 Tahun Nenek Sumini Akhirnya Bisa Bertemu Keluarganya

Kebahagiaan terpancar di wajah Nenek Sumini kembali bertemu dengan keluarganya setelah 36 tahun hidup terpisah. Ist

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Sinar kebahagiaan terpancar di wajah Nenek Sumini (78).  Jelang Idul Fitri menjadi momen membahagiakan bagi Nenek Sumini akhirnya bisa bertemu dengan keluarganya setelah 36 tahun putus komunikasi.

Pada Selasa (11/5/2021) Nenek Sumini dipertemukan kembali dengan keluarganya oleh Pekerja Sosial Balai Kartini Temanggung UPT Kementerian Sosial, didampingi Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, dan Pemdes Sengi Dukun Magelang.

“Setelah melalui proses lebih kurang satu bulan, akhirnya Si Mbah Sumini dapat kita antar pulang ke keluarganya di Dusun Sabranggowok Desa Sengi Dukung Magelang. Dimana sebelumnya beliau hidup sendirian dan terlantar di Cublikan Kowangan Temanggung,” ucap Pekerja Sosial Balai Kartini Temanggung UPT Kementerian Sosial, Sartono.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi Massal Jadi Prioritas, Sebanyak 11.906 Guru Telah Divaksin Covid-19

Menurut Sartono, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait adanya lansia yang terlantar, hidup sendirian di dekat pemakaman. Kemudian Sumini dirawat dan saat ini menderita sakit mata katarak, sehingga tidak bisa melihat.

“Balai Kartini saat ini memberikan multi layanan, tidak hanya bergerak ke disabilitas intelektual, tetapi juga orang dengan gangguan jiwa, lansia/anak terlantar dan lain-lain.

Termasuk dalam kasus Si Mbah Sumini ini, kami rawat, dan kami berusaha mencari informasi keluarga inti beliau. Rupanya Si Mbah Sumini masih ingat tempat asalnya, yaitu bernama Dusun Sabrang yang terletak di lereng Gunung Merapi,” terang Sartono.

Berbekal nama Dusun Sabrang yang berada di lereng Gunung Merapi ini, Balai Kartini mencari informasi, dan sampai ke wilayah Kecamatan Dukun Magelang, sehingga bisa menemukan keluarga inti Nenek Sumini.

Baca Juga :  Kalangan Milenial di Temanggung Dipacu Jadi Pelaku Usaha Kopi Profesional

“Si Mbah Sumini menikah dengan Pak Man orang Temanggung dan tinggal di Temanggung, pernikahan mereka tidak dikaruniai anak. Pak Man dan Si Mbah Sumini pernah pulang ke Sengi Dukun namun sudah lama sekali. Dan empat tahun lalu Pak Man meninggal dunia, sehingga Simbah Sumini bertahan hidup dengan mencari rongsok,” papar Sartono.

Beruntung ada keponakan Nenek Sumini, yang bernama Tukimin Mintarjo, yang ingat akan sosok Nenek Sumini. Dirinya ingat saat masih kecil Pak Man dan Si Mbah Sumini datang ke Dusun Sabranggowok.

“Si Mbah Sumini punya tiga saudara namun sudah meninggal dunia semua. Saya ingat nama panggilan Si Mbah Sumini adalah Sumi. Saat melihat fotonya saya yakin Si Mbah Sumini adalah Si Mbah Sumi yang saya maksud,” terang Tukimin Mintarjo, kelahiran tahun 1967 ini.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang Masih Melonjak, Sebanyak 23 Warga Dukun Terpapar Corona

Kasi Pembinaan pada Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Suroto, menuturkan, cukup sering menemukan lansia warga Kabupaten Magelang di luar wilayahnya, dan mereka dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya.

“Karena dirawat dengan keluarga inti akan lebih baik dibanding dirawat di Panti Jompo. Maka reunifikasi mempertemukan keluarga yang terpisah ini harapannya akan membawa kebaikan yang positif bagi kesehatan fisik dan mental,” harapnya. Ris