GROBOGAN.NEWS Demak

Resmikan Madin Salafiyyah di Sayung, Gus Yasin Maimoen Tegaskan Generasi Penerus Bangsa Wajib Bersemangat Menuntut Ilmu

Ilustrasi : Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen telah meresmikan Madrasah Diniyyah Salafiyyah di Dukuhan Kalisari, Sayung, Demak, , Kamis (6/5) malam kemarin. Ist

DEMAK, GROBOGAN.NEWS-Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen telah meresmikan Madrasah Diniyyah Salafiyyah di Dukuhan Kalisari, Sayung, Demak, , Kamis (6/5) malam kemarin.

Madrasah tersebut diresmikan setelah direnovasi di beberapa bagian.

Renovasi yang meliputi peninggian lantai dan perbaikan ruang kelas itu dikerjakan dengan biaya murni dari swadaya masyarakat.

Gus Yasin, sapaan Wagub, mengatakan Madrasah adalah simbol keilmuan. Sehingga bagi yang sudah belajar di madrasah, diharapkan bisa terus melanjutkan pendidikan.

Baca Juga :  Waduh! Jenazah Pasien Terinfeksi Corona di Sayung Demak Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Bahkan Taj Yasin menginginkan agar generasi penerus bangsa dari pondok-pondok pesantren selalu bersemangat menuntut ilmu.

“Adanya madrasah itu simbol keilmuan, (jadi) orang itu tidak boleh meninggalkan belajar,” katanya.

Maka, seiring dengan penampilan bangunan sekolah yang semakin baik, muncul harapan bahwa madrasah diniyyah salafiyah ini dapat berperan menjadi pembaharu agama.

Baca Juga :  Ditutup Setiap Hari Minggu, Inilah Suasana di Pasar Bintoro Demak, Seorang Pengunjung Sempat Mengalami Kebingungan

“Mujaddid atau pembaharu agama itu ada empat poin. Di antaranya bisa menerangkan syariat, bisa memisahkan antara sunah dan bid’ah, termasuk secara kontinyu memberikan pembelajaran agama,” tutur Gus Yasin.

Selain meresmikan Madrasah Diniyyah Salafiyyah, Gus Yasin juga menghadiri kegiatan doa dan sanad Kitab Al Ulama Al Mujjadidun.

Baca Juga :  Kapolda Jateng Minta Seluruh Jajaran Kepolisian dan Forkompimda di Demak Terus Gencarkan Sosialisasi Penanganan Covid-19  

Pada acara itu, Wagub menyampaikan isi kitab Al Mujjadidun yang ditulis Almarhum KH Maimoen Zubair.

Salah satu isi pesan kitab Al Mujjadidun adalah, manusia tidak boleh bersikap fanatik kepada seseorang, kelompok atau golongan tertentu.

Keterbukaan akan menjadikan seseorang kaya pengetahuan, toleran dan bijaksana. Dian | Satria