Bandar Pil Koplo Asal Sragen Ini Diringkus Polisi Setelah Terpeleset saat Melarikan Diri

Ilustrasi Joglosemarnews.com
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Penangkapan bandar pil koplo asal Sragen ini diwarnai dengan aksi kejar-kejaran yang cukup dramatis. Namun ujungnya, tersangk berhasil diringkus dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Aksi kejar-kejaran itu terjadi dalam penggerebekan sebuah rumah di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo yang diduga menjadi markas mabuk-mabukan dan peredaran pil koplo.

Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan seorang bandar pengedar pil koplo bernama Syamsu Nur Wakhid (23) asal Dukuh Sunggingan RT 11, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Baca Juga :  Rudy Tegaskan Polemik Banteng-Celeng Tidak Lagi Dibesar-besarkan. Akui Lebih Dekat dengan Ganjar

“Saat digerebek, pintu rumah depan dalam keadaan terbuka. Saat petugas masuk tersangka malah berlari dengan membawa sebuah plastik. Kemudian petugas melakukan pengejaran,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas AKP Suwarso kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (28/4/2021).

Melihat targetnya lari, kemudian petugas melakukan pengejaran. Pada saat sampai di pinggir sungai kecil, tersangka berupaya menghilangkan jejak dengan membuang plastik yang dibawanya ke sungai kecil itu.

Baca Juga :  Masyarakat Sukoharjo Harap Bersabar Ya, Tunggu Turun Satu Level Lagi Car Free Day Bisa Digelar

Namun pelarian tersangka akhirnya berhenti usai dia terpeleset di dekat sungai tersebut.

“Setelah tersangka terjatuh, kemudian dilakukan penangkapan oleh petuga. Setelah diambil bungkusan plastik tersebut lalu d buka di dalamnya berisi 970 butir pil Trihex,” jelasnya.

Data yang dihimpun di Mapolres Selasa (27/4/2021), tersangka dibekuk dengan barang bukri 970 butir pil koplo jenis Trihexyphenidyl yang hendak diedarkan ke pelanggan.

Baca Juga :  Mahasiswa UNS Wafat Usai Diklatsar UKM Menwa, Inilah Penjelasan dari Pihak Kampus

AKP Suwarso mengatakan tersangka digerebek pada hari Selasa akhir bulan lalu sekitar pukul 17.35 WIB.

Penggerebekan bermula ketika tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di rumah tersangka sering digunakan untuk nongkrong anak muda dan mabuk-mabukan hingga larut malam.

  • Bagikan