GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Penting ! Inilah Aturan Larangan Mudik dalam SE Bupati Temanggung

Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, Rabu (28/4/2021). Ist

TEMANGGUNG, GROBOGAN.NEWS-Bupati Temanggung mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 007 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriyah/2021 dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Hal itu sebagai bentuk antisipasi semakin merebaknya penularan virus yang menjadi pandemi di dunia ini.

“Larangan mudik itu kita bagi menjadi tiga kelompok, yaitu menjelang masa larangan mudik 25 April-5 Mei 2021, masa larangan mudik 6 Mei-17 Mei 2021, dan pascalarangan mudik 18 Mei-24 Mei 2021. Larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi yang digunakan untuk kepentingan mudik, dan larangan mudik ini berlaku bagi pelaku perjalanan yang menggunakan sarana transportasi darat lintas kabupaten/provinsi,” kata Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, Rabu (28/4/2021).

Baca Juga :  Kebahagiaan di Bulan Ramadan, Berpisah Selama 36 Tahun Nenek Sumini Akhirnya Bisa Bertemu Keluarganya

Kendati demikian, selama periode menjelang dan pascalarangan mudik dikecualikan bagi kendaraan layanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak. Seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, ibu hamil dan kepentingan nonmudik tertentu dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah.

Baca Juga :  Kebahagiaan di Bulan Ramadan, Berpisah Selama 36 Tahun Nenek Sumini Akhirnya Bisa Bertemu Keluarganya

Dikatakan, bagi pelaku perjalanan lintas kabupaten/provinsi wajib memiliki surat izin perjalanan/Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sebagai syarat perjalanan. Bagi instansi pemerintah, pegawai BUMN/BUMD, prajurit TNI dan anggota Polri harus melampirkan surat izin tertulis dari pejabat berwenang disertai tanda tangan basah/tanda tangan elektronik disertai identitas diri calon pelaku perjalanan.

Hal itu berlaku juga bagi pegawai swasta melampirkan surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan, dilengkapi tanda tangan basah/elektronik dan identitas diri. Bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, harus melampirkan surat izin terulis dari kepala desa/lurah.

Baca Juga :  Kebahagiaan di Bulan Ramadan, Berpisah Selama 36 Tahun Nenek Sumini Akhirnya Bisa Bertemu Keluarganya

“Apabila tidak membawa surat sebagaimana dimaksud pada angka satu, pelaku perjalanan diarahkan atau diperintahkan untuk kembali ke daerah asal perjalanan,” terang dia.

“Ini adalah tindak lanjut dari keputusan Satgas Pusat, Menteri Perhubungan terkait pengaturan pelarangan mudik. Jadi intinya selama masa pelarangan mudik boleh masuk Kabupaten Temanggung selama mengantongi izin,” katanya. Ris | Brian