GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Pemerintah Hapus 20 Video Milik Jozeph Paul Zhang, Lantaran Bermuatan Ujaran Kebencian

Jozeph Paul Zhang / tempo.co

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menghapus sebanyak 20 video milik Jozeph Paul Zhang di kalan YouTube miliknya.

Penghapusan puluhan konten video tersebut dilakukan oleh pemerintah karena dinilai memuat ujaran kebencian.

Juru bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi mengatakan, pihak kementerian menutup akses untuk 20 video konten YouTube Jozeph Paul Zhang termasuk satu video berjudul ‘Puasa Lalim Islam’ yang viral beberapa waktu lalu.

Dalam video tersebut, Jozeph Paul Zhang mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang ajaran agama Islam, termasuk puasa dan mengaku sebagai nabi ke-26.

“Per hari ini, 20 April 2021, telah dilakukan takedown atau pemutusan akses pada 20 konten di YouTube terkait ujaran kebencian tersebut, termasuk satu konten berjudul ‘Puasa Lalim Islam’ di akun milik Jozeph Paul Zhang,” ujar Dedy dalam konferensi pers virtual di kanal YouTube Kemenkominfo, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga :  Dituding Jadi Pemicu Kasus Kerumunan di Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara

Pemblokiran konten video tersebut, dipaparkan Dedy, telah dilakukan dalam dua hari terakhir. Pertama pada Senin (19/4/2021) sebanyak 7 konten video yang diblokir. Kemudian, pada Selasa (20/4/2021), Kemenkominfo kembali memblokir sebanyak 13 konten video.

Dedy menjelaskan, konten video yang diblokir atau di-takedown tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A.

Adapun aturan itu berbunyi, ‘Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Baca Juga :  Jaringan Gusdurian Minta Adanya Evaluasi Total TWK Pegawai KPK

Langkah pemutusan akses yang dilakukan Kemenkominfo, menurut Dedy, sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang penyelenggaran sistem dan transaksi elektronik, khususnya Pasal 5 dan Pasal 96.

“Ini juga dirujuk pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020, khususnya pasal 13 mengenai kewajiban pemutusan akses terhadap informasi elektronik dan dokumen elektronik yang dilarang. Serta pasal 15 mengenai ketentuan dan prosedur pemutusan akses konten yang dilarang,” jelas Dedy.

Lebih lanjut, berkaitan dengan keberadaan Jozeph Paul Zhang yang diyakini berada di luar negeri, Dedy menekankan bahwa UU ITE menerapkan azas ekstrateritorial.

Artinya, beleid tersebut berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

Baca Juga :  Galang Kekuatan Negara Anggota OKI untuk Tekan Israel, Muhammadiyah Berharap pada Menlu Retno

“Kemenkominfo terus melakukan patroli siber untuk menemukan konten-konten yang berisi ujaran kebencian Paul Zhang dan akan segera memproses dengan tindakan blokir jika masih ditemukan,” tegasnya.

Kemenkominfo juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan terus menjaga kedamaian antarumat beragama, baik di ruang fisik maupun ruang digital.

Sementara itu, Bareskrim Polri telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Jozeph Paul Zhang yang bernama asli Shindy Paul Soerjomoelyono, setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan penistaan agama. Agni

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/04/dianggap-bermuatan-ujaran-kebencian-20-video-konten-youtube-jozeph-paul-zhang-dihapus-kemenkominfo/