GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

KPK di Bawah Kepemimpinan Firli Bahuri,  Jumat Keramat Sudah Tamat

Firli Bahuri / tempo.co

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Untuk masa sekarang dan selanjutnya,  dipastikan tidak ada lagi istilah Jumat keramat di lingkungan Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK).

Hal itu ditegaskan secara langsung oleh  Ketua KPK,  Firli Bahuri. Dia  mengatakan tidak akan ada lagi istilah Jumat keramat di masa kepemimpinannya.

Sebaliknya, ia menegaskan jika semua hari adalah keramat. Penegasan itu disampaikan terkait istilah Jumat Keramat yang sebelumnya identik dengan tradisi penetapan tersangka di lembaga anti raswah itu.

Baca Juga :  Juru Bicara Satgas Covid-19 Buka-bukaan. Vaksin Nusantara Ternyata Dikembangkan di AS. Indonesia Hanya untuk Uji Coba

Jumat keramat merujuk pada kebiasaan KPK mengumumkan penetapan tersangka atau melakukan operasi tangkap tangan pada hari Jumat.

“Mohon maaf Bapak dan Ibu mungkin sekarang tidak ada lagi yang mendengar pengumuman tersangka hari Jumat, enggak ada lagi. Kenapa? Karena kami membangun bahwa Jumat keramat tidak ada,” kata Firli saat mengunjungi Lembaga Pemasyarakat Sukamiskin, Bandung, Rabu (31/3/2021).

Firli mengunjungi penjara khusus koruptor ini untuk melakukan program penyuluhan antikorupsi kepada para narapidana.

Baca Juga :  34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Tandatangani Ikrar Sumpah Setia pada NKRI

Firli mengatakan di masa kepemimpinannya semua hari adalah keramat. Dia mengatakan tak ingin ada kesan bahwa KPK menargetkan seseorang menjadi tersangka.

“Pokoknya hari Jumat harus ada pengumuman tersangka, kami tidak,” kata dia.

Dia mengatakan penetapan tersangka dilakukan karena ada kecukupan alat bukti. Dia mengatakan penetapan dan pengumumannya harus dilakukan ketika alat bukti itu mencukupi.

Baca Juga :  Ini Alasan Utama Desakan Menggelar MLB untuk Ganti Ketum PKB

Dia mengatakan tak ingin mengumumkan tersangka, namun penyidikannya masih membutuhkan waktu yang lama.

Dia mengatakan tak ingin keluarga pelaku korupsi itu ikut terpenjara karena pengumuman tersangka yang terburu-buru.

“Kalau seseorang kita umumkan tersangka korupsi, setidaknya anak, istri, orang tua, handai tolan, keponakan itu juga ikut terpenjara, juga ikut menerima hukuman. Itu kita tidak ingin,” kata Firli Bahuri. Daniel

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/04/gawat-tidak-ada-lagi-jumat-keramat-ketua-kpk-tegaskan-semua-hari-adalah-keramat/