GROBOGAN.NEWS Solo

TKI Asal Sragen Itu Mengaku Tak Dapat Melihat Usai Makan, Habis Itu Meninggal

Kenangan almarhum Suryo Widodo dan anak istrinya semasa hidup. Foto/Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Isak tangis dan air mata keluarga dan sebagian warga pun tumbah menyambut kedatangan jenazah TKI bernama Suryo Widodo (31) asal Dukuh Sambirejo RT 20, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Senin (8/3/2021).

Pihak keluarga harus menunggu 10 hari untuk pengurusan kepulangan jenazah bapak satu anak tersebut sampai ke tanah air.

Jenazah langsung dikebumikan di pemakaman umum desa setempat dengan iringan duka dan air mata dari keluarga serta warga.

Kepergian Widodo juga menyisakan duka bagi tetangga dan warga yang mengenalinya. Sebab di mata tetangga, almarhum dikenal sebagai sosok yang baik.

Agus Turmiyono (54) tetangga almarhum asal Dukuh Sambirejo RT 20, Girimargo, Miri menuturkan bahwa almarhum adalah orang baik. Meski jarang bertemu, ia mengenal almarhum sebagai sosok yang ramah dan baik.

Sering nyapa kalau ketemu tetangga meski secara umum almarhum lebih dikenal banyak diam.

Menurutnya, almarhum adalah warga pendatang di Kampung Sambirejo dan menjadi warga Girimargo setelah menikahi istri asli orang Gilimargo.

Baca Juga :  Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di SDN 4 Sragen Jadi Sorotan Karena Terjadi Kerumunan

“Dia asalnya dari Lamongan Jawa Timur, Transmigrasi Sulawesi dan lanjut bekerja di Malaysia lalu ketemu orang sini (istri) Mbak Lis (30) dan punya anak satu laki-laki kelas satu SD,” paparnya.

Senada, Pariyem (62) tetangga Widodo, menuturkan bahwa sosok Widodo sangat ramah dan sopan. Kemudian satu hal yang ia kenang bahwa almarhum sering bagi oleh- oleh ketika pulang kerja.

Kemudian di mata tetangga almarhum juga dikenal ramah dan sering menyapa tetangga.

“Biasanya kalau lewat bilang monggo Mas, orangnya ramah banget. Dia punya istri dan satu anak di sini juga,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , jenazah Suryo tiba di rumah duka sekitar pukul 11.15 WIB. Usai disalatkan, jenazah langsung diberangkatkan menuju ke peristirahatan terakhirnya di pemakaman dukuh setempat.

Isak tangis dari istri dan keluarga serta warga mengiringi pemakaman TKI malang yang meninggal di negeri Jiran Malaysia itu.

“Iya tadi jenazah tiba jam 11.15 WIB. Setelah disalatkan langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat. Istri dan keluarga memang sangat berduka dan tangisan,” papar Kades Girimargo, Samino kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (8/3/2021).

Baca Juga :  Bupati Sragen Tolak Wacana Pejabat Eselon II Didrop dari Pusat, Ini Alasannya!

Almarhum Suryo meninggalkan satu istri bernama Sulistyowati (34) dan satu anak laki – laki bernama Muhammad Naufal Nurdifa (7).

Kades menguraikan, dari dokumen dan data-data hasil pemeriksaan medis, disebutkan almarhum meninggal karena sakit. Berdasarkan keterangan dari hasil cek medis yang disertakan, almarhum Suryo meninggal karena penyakit jantung koroner.

“Penyebabnya sakit jantung koroner Mas. Dokumen medisnya tadi juga disertakan,” tutur Kades.

Dari kabar yang diterima keluarga, almarhum sebelumnya sempat mengeluh mendadak tak bisa melihat. Belum sempat dilarikan mendapat pengobatan, Widodo sudah keburu meninggal dunia.

Hal itu disampaikan adik ipar Widodo, Enny Widyastuti (32) kepada wartawan Selasa (2/3/2021).

Saat ditemui di rumah duka, Enny mengisahkan kakak iparnya itu dikabarkan meninggal dunia di Malaysia pada Jumat 26 Februari 2021 sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca Juga :  Kasus Penyimpangan PTSL dan Tanah OO di  Mondokan Naik Sragen, Polisi Periksa Saksi-saksi

Hari itu juga, kabar duka itu kemudian sampai ke keluarga melalui pemberitahuan dari teman almarhum di Malaysia.

Dari keterangan teman kerja almarhum, insiden tragis itu bermula ketika kakak iparnya itu hendak makan siang.

 

“Habis makan, tiba-tiba dia bilang sama temannya itu kok penglihatan saya gelap. Dia lalu minta izin istirahat tiduran dulu, tapi sampai dilihat di tempat kerja nggak kelihatan. Sehingga temannya lihat di tempat istirahat dia tadi ternyata malah sudah meninggal,” papar Enny.

Enny mengaku kabar itu sangat memukul keluarga. Ia menambahkan untuk komunikasi dengan keluarga selama ini terbilang relatif lancar.

Almarhum yang bekerja di bidang properti di Malaysia itu intens berkomunikasi dengan anak dan istri lewat pesan WhatsApp dan telepon.

Sementara itu, Suradi (60) mertua Widodo mengaku sama sekali tak ada firasat apapun. Selama ini jika ada apa-apa atau komunikasi sama istri dan keluarga juga lancar. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di  https://joglosemarnews.com/2021/03/sosok-tki-ramah-dan-sering-berbagi-oleh-oleh-itu-kini-telah-tiada-kematian-suryo-widodo-tinggalkan-duka-bagi-keluarga-dan-tetangga/