GROBOGAN.NEWS Solo

Pengamanan Gereja di Sragen Ditingkatkan. Masyarakat Dilarang Share Foto-foto Aksi Teror

Ilustrasi penggerebekan teroris oleh tim Densus 88 Antiteror. Istimewa

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Sebagai buntut dari kasus ledakan bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar, Polres Sragen mulai meningkatkan pengawasan dan patroli ke tempat-tempat ibadah.

Rabu (31/3/2021), semua pimpinan gereja besar di Sragen dan tokoh dari berbagai agama, diundang untuk bertemu lintas sektoral di Polres.

Baca Juga :  Diam-diam Kasus Positif Covid-19 di Sukoharjo Sudah Tembus 5.342 Kasus

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kabag Ops Kompol Dudi Pramudya mengatakan pasca insiden bom Makassar, Polres Sragen memang menindaklanjuti dengan meningkatkan patroli dan pengamanan semua tempat ibadah.

“Kalau biasanya patroli hanya melintas, sekarang minimal menemui pengelola tempat ibadahnya sambil memberikan imbauan. Durasi patroli juga ditambah, semua untuk kewaspadaan,” paparnya, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga :  Mobilio Gasak Pemotor Perempuan di Banaran Sragen Hingga Tewas

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Pihaknya memastikan situasi aman dan kondusif.

Kemudian, diimbau tidak membagikan atau memposting gambar-gambar yang terkait dengan insiden teror bom atau korban.

Baca Juga :  Bupati Sragen Tolak Wacana Pejabat Eselon II Didrop dari Pusat, Ini Alasannya!

Sebab hal itu sama artinya membantu misi teroris untuk membuat warga trauma dan ketakutan.

“Kami minta jangan share foto-foto atau video teror atau korbannya. Karena itu bisa membuat masyarakat trauma,” tandasnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di  https://joglosemarnews.com/2021/03/buntut-bom-makassar-polres-sragen-kumpulkan-semua-pimpinan-gereja-gereja-besar-patroli-ditingkatkan-masyarakat-dilarang-share-foto-foto-teror/