GROBOGAN.NEWS Kudus

Penemuan Jenglot di Makam Keramat di Kudus Gemparkan Warga dan Netizen

Kondisi Jenglot yang ditemukan di sebuah makam keramat Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Istimewa

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Peristiwa viral di sosial media sebuah penemuan jenglot telah menggemparkan warga di Kabupaten Kudus.

Jenglot tersebut ditemukan di sebuah makam keramat Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.  Data yang berhasil dihimpun, jenglot tersebut ditemukan pada Sabtu (27/2) di areal makam punden Mbah Buyut Akasah Desa Burikan.

Mamik Junaidi sapaan akrab Mbah Mamik,saat dikonfirmasi menjelaskan awal mula penemuan jenglot saat sedang bersih-bersih. Ia pun mengungkapkan, sebelum jenglot tersebut ditemuka ada sesuatu hal aneh yang terjadi.

“Saat pertama kali ini ditemukan, pada waktu kerja bakti sama tukang pembersih. Itu bersih-bersih. Saya di membersihkan di pompa,” jelas dia.

Baca Juga :  Simulasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Jadi Perhatian Khusus Hartopo

“Kejadian anehnya saya membersihkan bersama-sama, ada gelas jatuh, saya kaget. Terus saya salat Zuhur. Setelah pulang masjid, tukang pembersih bilang menemukan jenglot,” terang dia.

Mbah Mamik menjelaskan lebih detail, pihaknya mengaku baru pertama kali menemukan jenglot tersebut.

Secara keseluruhan badan jenglot itu itu cenderung berwarna coklat dan terlihat masih belepotan dengan tanah.

Ia menyebut, jenglot yang ditemukan berukuran sekitar 15-20 sentimeter. Jenglot tersebut memiliki rambut panjang dan bertaring. Jenglot tersebut kukunya juga panjang.

Baca Juga :  Simulasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Jadi Perhatian Khusus Hartopo

“Siungnya (Jenglot ini memiliki taring)dua dan panjang ke bawah,”imbuh dia.

“Selain bertaring panjang, nampak jenglot itu berambut panjang hingga bagian lututnya. Rambut tersebut berwarna hitam yang nampak kotor,” jelas dia.

Dicuci Lalu Dikeringkan dan Dibungkus Kain Mori

Dijelaskan oleh Mbah Mamik lebih detail, setelah menemukan jenglot itu, Mbah Mamik lantas menemui Kiai Sapuan. Lalu keduanya berdiskusi.

“Setelah rembugan (berdiskusi)  jenglot dicuci dan dikeringkan dan dibungkus kain mori,” terang dia. .

Mamik mengaku sempat bingung untuk menyimpan jenglot tersebut, sebelum akhirnya diserahkan ke perwakilan pihak Menara Kudus. Ia menyebutkan, jenglot tersebut selanjutnya diserahkan ke Yayasan Menara Kudus untuk disimpan.

Baca Juga :  Simulasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Jadi Perhatian Khusus Hartopo

“Setelah ditemukan jenglot dibungkus kain putih, terus kemarin sempat disimpan dalam makam. Selanjutnya jenglot diserahkan ke pihak Yayasan Sunan Kudus,” jelas dia.

Setelah dibungkus, lanjut Mbah Mamik, jenglot itu kami simpan di area makam dan akhirnya kami serahkan ke perwakilan Menara Kudus

“Masalahnya kalau kita simpan nanti masyarakat pada takut atau ramai,” sambung dia. Nor Ahmad