GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Ibu Muda dan Bayinya Asal Aceh Ini Akhirnya Keluar dari Penjara Karena Kasus ITE

Isma Khaira keluar dari Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara setelah mendapat asimilasi - Senyum Bahagai Isma Khaira saat Keluar Penjara, Ini Kabar Terbaru Ibu yang Dibui Bersama Bayinya / tribunnews
keluar penjara

Isma Khaira keluar dari Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara setelah mendapat asimilasi – Senyum Bahagai Isma Khaira saat Keluar Penjara, Ini Kabar Terbaru Ibu yang Dibui Bersama Bayinya / tribunnews

ACEH, GROBOGAN.NEWS — Setelah menjalani setengah dari hukumannya,  seorang ibu muda bernama Isma Khaira (32), akhirnya  bisa kembali  menghirup udara bebas.

Ia bersama bayinya yang masih berusia enam bulan sibebaskan setelah  mendapatkan asimilasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

Isma Khaira merupakan ibu yang dipenjara bersama bayinya yang masih berumur 6 bulan, lantaran terjerat kasus UU ITE.

Narapidana asal Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara ini bebas dari penjara pada Minggu (14/3/2021).

Surat asimilasi tersebut diserahkan Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi SH dalam acara yang diadakan di lapas setempat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dan pejabat Lapas Lhoksukon.

Baca Juga :  Pegawai KPK yang Masih Dapat Dibina, Ternyata Emoh Ikuti Diklat Bela Negara

Diberitakan sebelumnya, Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara pada Rabu (3/3/2021) lalu, mengusulkan asimilasi untuk napi Isma Khaira kepada Kemenkumham.

Isma divonis tiga bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara pada 8 Februari 2021.

Vonis itu dijatuhkan hakim kepada ibu empat anak tersebut karena menyebar video pertengkaran Keuchik Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara Bakhtiar dengan keluarganya.

Video pertengkaran yang berdurasi 35 detik itu disebarkan Isma Khaira melalui akun Facebooknya pada 2 April 2020.

Lalu, pada 3 April 2020, Keuchik Lhok Puuk melaporkan Isma ke SPKT Polres Aceh Utara.

Isma mulai dieksekusi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara pada 19 Februari 2021.

Ibu rumah tangga tersebut hadir bersama bayinya yang berumur enam bulan ke Lapas Lhoksukon, Aceh Utara.

Baca Juga :  Tekan Penyebaran Covid-19, PKB Setuju PPKM Darurat Diperpanjang, Asal Tak Dipimpin Luhut

Setelah 10 jam menjalani hukuman, kondisi kesehatan Isma drop, sehingga harus dibawa ke RSU Cut Meutia Aceh Utara.

Pada 24 Februari 2021, Isma kembali menjalani hukuman di Lapas Lhoksukon, Aceh Utara dan ikut membawanya bayinya karena belum bisa ditinggalkan setelah dinyatakan sembuh.

Sebelumnya, Isma juga sudah menjalani hukuman sebagai tahanan kota di rumahnya selama 21 hari.

Kehadiran tahanan bersama bayinya dalam penjara itu pun mengundang reaksi banyak pihak.

“Ketentuan pemberian asimilasi itu dilakukan kepada napi yang sudah menjalani hukuman setengah,” ujar Kalapas Lhoksukon.

“Isma Khaira yang dihukum tiga bulan sudah menjalani hukuman setengahnya,” ujar Yusnaidi SH kepada Serambinews.com, Minggu (14/3/2021).

Baca Juga :  Bersama Perpanjangan PPKM Level 4, Pemerintah Bakal Menambah Bantuan Sosial

Pemberian Asimilasi itu sesuai dengan sesuai Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Besok, (Isma) tanpa alasan harus segera melapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang ada di kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe untuk mendapat pengawasan,” ujar Yusnaidi.

Jika sudah selesai menjalani hukuman di rumah, harus kembali ke Lapas untuk mengambil surat bebas.

“Segala sesuatu menyangkut teknis akan diawasi Bapas. Kita sudah melaporkan perihal ini ke Kajari Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara, dan pengadilan,” pungkas Yusnaidi. Agni

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/03/464120/