GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Jadwal Umrah Februari Buyar, Pemerintah Arab Saudi Tutup Pintu Bagi Pengunjung dari 20 Negara termasuk Indonesia

Tangkapan layar video suasana Tawaf di Mekkah dalam rangkaian ibadah haji tahun ini yang memberlakukan social distancing. Foto: Twitter

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Jadwal keberangkatan umrah selama bulan Februari bagi masyarakat Indonesia gagal total. Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi menutup pintu bagi kedatangan bagi warga negara Indonesia dan 19 negara lainnya.

Seperti disampaikan Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI), Syam Resfiadi, kebijakan pemerintah Saudi tersebut membuat rencana jadwal keberangkatan yang telah disusun selama tiga pekan terakhir akhirnya harus kembali tertunda.

“(Kebijakan pemerintah Arab Saudi) ini menyebabkan jadwal yang kita siapkan dua tiga minggu ke belakang untuk keberangkatan di pekan ketiga hingga keempat Februari ini gagal total dan harus tertunda lagi,” ujar Syam dalam siaran video, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga :  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi 7.100 Warga Bandung. Disiplin Prokes Harus Tetap Ditegakkan

Kondisi tersebut, menurut Syam, menyebabkan kerugian kepada seluruh pihak terkait pelaksanaan umrah, terutama para jemaah yang sudah bersiap namun gagal berangkat.

Selain itu, dampak juga dirasakan seluruh stakeholder, seperti biro travel, maskapai, hotel, hingga penyedia layanan transportasi. “Semoga semua pihak berlapang dada dan menerima bahwa ini bukan kemauan kita,” tuturnya.

Syam berharap bahwa semua biaya yang sudah dikeluarkan bisa dipertahankan dan tidak hangus dengan adanya kebijakan ini. Selanjutnya, ia berpendapat agar kegiatan umrah bisa ditunda terlebih dahulu sampai kondisi berjalan seperti sedia kala.

Baca Juga :  Kejar Target 70 Persen Penduduk Divaksinasi, Pemerintah Pastikan Warga Usia di Atas 18 Tahun Dapat Vaksin Covid-19

“Sehingga biaya yang yang sudah dikeluarkan bisa dipertahankan, tidak bisa dibatalkan. Kalau berkepanjangan dan jemaah ingin dikembalikan, pihak terkait bisa kembalikan dana ke jemaah, termasuk visa yang dilakukan pemerintah Arab,” ujar Syam.

Diberitakan sebelumnya, mulai Rabu (3/2/2021) hari ini, kedatangan dari 20 negara tidak akan diizinkan masuk ke Arab Saudi. Kebijakan itu diambil otoritas Saudi untuk menekan penyebaran virus corona selama pandemi Covid-19.

Pemerintah Arab Saudi melalui pernyataan resminya, menyebut kebijakan pembatasan sementara itu mulai berlaku pada Rabu hari ini pukul 21.00 waktu setempat. Namun izin masuk akan tetap diberikan kepada warga negara Arab Saudi yang kembali, pejabat diplomat, serta petugas medis berikut keluarga mereka, dengan protokol kesehatan ketat.

Baca Juga :  Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 28,58 Triliun untuk Jalankan 5 Program Prioritas 2022

Selain Indonesia, pembatasan serupa juga diterapkan untuk kedatangan dari negara Uni Emirat Arab, Mesir, Lebanon, Turki, Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Pakistan, dan Jepang.

Pemerintah Arab Saudi menambahkan bahwa larangan tersebut juga berlaku untuk kedatangan yang sempat transit di 20 negara terkait. Adapun pembatasan tersebut akan diberlakukan selama 14 hari hingga 17 Februari 2021 mendatang.

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/02/arab-saudi-tutup-pintu-kedatangan-bagi-warga-indonesia-biro-umroh-jadwal-keberangkatan-gagal-total/