GROBOGAN.NEWS Semarang

Gubernur Ganjar Pastikan Jalan Brebes –Tegal yang Ambles Sudah Diperbaiki

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam rapat mingguan penanganan COVID-19 di lantai 2 Kantor Pemprov Jateng, Senin (15/2). Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan jalan penghubung Brebes-Tegal di ruas Kaliwadas, Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes yang ambles dan membentuk lubang sudah ditangani. Perbaikan jalan tersebut ditargetkan selesai dalam minggu ini.

“Sudah, sudah diperbaiki semuanya. Saya upload terus di media sosial saya, semuanya progres itu. Kemarin langsung sudah dibuat gorong-gorong, mudah-mudahan minggu ini selesai,” kata Ganjar, ditemui usai menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI, di Gradhika Bhakti Praja, Senin (15/2/2021).

Baca Juga :  Kondisi Rumah Pompa di Kota Semarang Dipantau Khusus Gubernur

Usai kejadian, petugas langsung mendatangi lokasi dan mempersiapkan perbaikan. Sejumlah peralatan juga sudah didatangkan di lokasi.

Ganjar berharap masyarakat tidak melihat secara langsung dan mendekat ke lokasi jalan yang ambles tersebut. Hal ini dikarenakan area disekitar lubang tersebut berbahaya.

“Saya minta masyarakat tidak nonton, karena sifatnya itu rentan dan bahaya. Jangan sampai nanti ada korban. Tapi kemarin di lokasi sudah dipasang police line semuanya. Sekarang sedang dikerjakan, insyaallah beberapa hari ini selesai,” ucap Ganjar.

Baca Juga :  Oknum Polisi yang Bertugas di Polres Salatiga Diringkus Terkait Kasus Narkoba

Selain itu, Ganjar juga berpesan kepada masyarakat untuk aktif melaporkan adanya jalan yang rusak di Provinsi Jawa Tengah melalui aplikasi Jalan Cantik.

“Kalau ada jalan rusak silakan lapor ke aplikasi Jalan Cantik, biar langsung bisa direspon,” pungkas Ganjar.

Baca Juga :  Dua Tempat Relokasi untuk Para PKL Kali Es Telah Disiapkan

Sebelumnya diberitakan, jalan penghubung Brebes-Tegal di ruas jalan Kaliwadas, Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Sabtu (13/2/2021) ambles dan menimbulkan lubang yang cukup besar dan dalam.

Akibatnya, jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat atau lebih, dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Satria