GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Tahapan Vaksinasi Corona di Indonesia, Tenaga Indonesia Jadi Prioritas

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: pexels.com

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan tahapan-tahapan terkait program vaksinasi Covid-19 yang akan diberikan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa tenaga kesehatan akan menjadi pihak pertama yang berada dalam tahapan vaksinasi tersebut, selanjutnya petugas publik, lansia, lalu masyarakat lainnya.

Akan tetapi pemberian vaksin ini hanya akan dilakukan apabila telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pemerintah berpegangan penuh pada data-data sains untuk memastikan keamanan dari vaksin Covid-19.

Program vaksinasi tentunya tetap harus terus dijalankan bersama dengan protokol kesehatan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan jauhi kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun.

Di Kabupaten Magelang, tenaga kesehatan  menjadi target sasaran pemberian vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

Baca Juga :  Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

Saat ini, Pemkab Magelang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan persiapan baik sarana prasarana maupun sasaran. Semua persiapan itu, ditargetkan selesai pada minggu depan.

Kepala Dinkes Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti Minggu (3/1/2021) mengatakan, pihaknya tengah melakukan finalisasi persiapan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Berbagai persiapan yang dilaksanakan adalah finalisasi sasaran, penyiapan sumber daya manusia (SDM), kecukupan sarana dan prasarana vaksinasi.

“Finalisasi sasaran, SDM, kecukupan sarana prasarana. Semoga dalam minggu depan sudah selesai dan siap laksanakan vaksinasi,” terang dia.

Terkait jumlah vaksin yang akan diterima, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. “Sampai hari ini masih menunggu vaksinnya. Tunggu angka pastinya nanti. Prioritasnya adalah sumber daya manusia kesehatan di sini,” jelasnya.

Baca Juga :  Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

Sementara pada hari ini, ada tambahan 88 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Terbanyak berasal dari Kecamatan Borobudur 50 orang. Kemudian Candimulyo 30 dan Srumbung 8 orang.

“Hari ini juga ada lima terkonfirmasi yang meninggal. Dua dari Mertoyudan, dan tiga orang tersebar di Salaman, Srumbung serta Candimulyo,” imbuh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi.

Namun demikian, saat ini juga ada tambahan 33 pasien terkonfirmasi baru. Sepuluh diantaranya, dari Kecamatan Mertoyudan, 7 Secang dan masing-masing 3 orang dari Muntilan, Salam dan Candimulyo. Selain itu juga ada di Mungkid 2, Dukun 2 dan satu orang tersebar di Salaman, Kajoran dan Tegalrejo. Jumlah komulatif terkonfirmasi saat ini, menjadi 6202 orang. Rinciannya, 1434 dalam penyembuhan, 4613 sembuh dan 155 meninggal,” lanjutnya.

Baca Juga :  Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

Sedang untuk pasien suspek, ada tambahan 13 orang. Kemudian 25 sembuh dan satu meninggal.

“Satu yang meninggal itu, berasal dari Secang. Untuk 25 yang sembuh itu, tersebar di Secang 5, Bandongan 4, Pakis 3 dan masing-masing dua orang di Mertoyudan, Kajoran serta Tegalrejo. Kemudian satu orang di Salaman, Borobudur, Mungkid, Muntilan, Sawangan, Grabag dan Dukun. Jumlah kumulatifnya menjadi, 1111 orang. Rinciannya, 78 dirawat, 937 sembuh, 30 menjalani isolasi mandiri dan 66 dinyatakan selesai menjalani isolasi mandiri,” imbuh dia. F Lusi