GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, Warga di Dua Desa  Kecamatan Dukun Kembali Diungsikan

Ilustrasi para warga Dusun Ngandong, Dusun Gemer dan Dusun Karanganyar Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang telah dievakuasi menuju tempat pengungsian di Balai Desa Taman Agung Muntilan Kabupaten Magelang yang merupakan desa penyangganya (Sister Village) pada Minggu (3/1/2021) kemarin. Istimewa

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus mengalami peningkatan.

Saat ini, sebagian warga dari beberapa dusun sekitar kawasan Gunung Merapi di wilayah Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, kembali mengungsi pada Minggu (3/1/2021).

Hal ini dilakukan setelah aktivitas kegempaan dan guguran gunung Merapi meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Sebanyak 127 jiwa dari Dusun Ngandong, Dusun Gemer dan Dusun Karanganyar Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang telah dievakuasi menuju tempat pengungsian di Balai Desa Taman Agung Muntilan Kabupaten Magelang yang merupakan desa penyangganya (Sister Village).

Kepala Desa Ngargomulyo, Widodo, saat dikonfirmasi, menyebutkan 127 jiwa yang diungsikan terdiri dari warga rentan, yakni lansia, orang sakit, ibu hamil dan anak-anak.

Sedangkan satu dusun lagi yaitu Batur Ngisor masih dalam musyawarah warga.

”Warga sebelumnya sudah diungsikan selama satu bulan, namun karena merasa jenuh warga pulang ke rumahnya masing masing guna beraktifitas seperti bisa. Maka berdasarkan rapat koordinasi antara BPPTKG dan Pemerintah Kabupaten Magelang kemarin dengan meningkatnya aktivitas Merapi maka warga tersebut untuk segera diungsikan kembali,” terang dia.

Baca Juga :  Terpapar Covid-19, Sebanyak 29 Warga Srumbung Dinyatakan Sembuh

Proses pengungsian ini didampingi Camat Dukun, Kapolsek, Koramil dan relawan menggunakan 11 armada dengan pengawalan dari pihak terkait.

Sebelumnya diberitakan, status tanggap darurat bencana Gunung Merapi diperpanjang.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Magelang memperpanjang tanggap darurat mulai tanggal 1 hingga 15 Januari 2020.

Perpanjangan tanggap darurat karena status Merapi yang sampai saat ini masih belum berubah yaitu Siaga.

Bupati Magelang Zainal Arifin mengemukakan, pihaknya kembali memperpanjang masa tanggap darurat karena rekomendasi dari Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, sampai saat ini masih belum berubah.

“Status Merapi masih di level III atau Siaga. Sehingga Pemkab memutuskan untuk memperpanjang kembali masa tanggap darurat,” ujar Bupati Zaenal saat dikonfirmasi para awak media, Jumat (1/1/2020) di rumah dinasnya.

Baca Juga :  Kajian Geologi di Wilayah Desa Banjaran, Bojongsari Segera Dilakukan

Bupati menambahkan, pihaknya masih akan terus mengikuti rekomendasi dari BPPTKG karena masa tanggap darurat ini bertujuan memberikan perlindungan kepada warga terutama yang tinggal di lereng Gunung Merapi.

Perpanjangan ini sudah dilakukan untuk yang keempat kalinya.

Pengungsi yang memilih pulang kembali ke rumahnya yang berada di Kawasan Rawan Bencana, Bupati menyampaikan bahwa mereka pulang karena kangen dengan rumahnya.

Namun demikian, tentunya masyarakat sudah tahu dan sadar, selama ini hidup berdampingan dengan kondisi yang suatu saat mengancam.

“Jadi ketika mereka pulang mereka juga sudah siap untuk mengungsi kembali bila sewaktu-waktu harus mengungsi,” ujarnya.

Bupati hanya mengimbau agar warga terus meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati.

“Kita juga sudah memiliki kontak-kontak warga sehingga ketika harus mengungsi kemana, maka pemerintah mudah menghubungi mereka. Semoga tidak terjadi bencana,” kata Bupati.

Baca Juga :  Inilah Program Penataan Jalur Aksis Budaya di Kabupaten Magelang, Jalur Candi Mendut dan Candi Pawon Telah Terhubung

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto menyampaikan, jumlah warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian saat ini berjumlah 239 orang.

Mereka menempati dua titik lokasi pengungsian.

Mereka berasal dari Dusun Babadan 2 Desa Paten sebanyak 120 jiwa dan menempati gedung TEA Desa Mertoyudan.

Sedangkan sisanya berasal dari Dusun Pugeran, Trayem dan Trono Desa Krinjing. Mereka saat ini masih menempati Balai desa Deyangan Mertoyudan. F Lusi