GROBOGAN.NEWS Solo

Pandemi Covid-19 Juga Pukul Sektor Perpajakan di Sragen

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Tak hanya soal kesehatan dan ekonomi saja, ternyata pandemi Covid-19 telah memukul pula sektor perpajakan.

Salah satunya pajak kendaraan bermotor. Sejak diterpa pandemi, animo masyarakat untuk memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor juga ikut menurun.

Sempat terdongkrak kebijakan pemutihan atau pembebasan denda, kini tren pembayaran pajak kendaraan kembali di titik normal seperti biasa.

Bahkan libur empat hari di akhir tahun dan tahun baru, tak berpengaruh pada antrian. Jika biasanya pasca liburan membeludak, kali ini terasa biasa tanpa perubahan.

Baca Juga :  Kasus Baru Covid-19 di Sukoharjo Bertambah 82 Orang, Sembuh 70 Orang

“Biasanya habis liburan kan ada lonjakan, saat ini biasa saja. Ya karena pengaruh kondisi pandemi, antusias warga untuk bayar pajak juga agak kurang,” papar Kasatlantas Polres Sragen, AKP Ilham Syafriantoro Sakti melalui Baur STNK, Iptu Suwardi, Kamis (7/1/2021).

Meski demikian, jumlah kunjungan saat ini masih mencapai 800 orang setiap hari. Iptu Suwardi menguraikan dari 800 pemohon itu, rata-rata pajak tahunan dan sebagian ganti pelat dan BPKB.

Baca Juga :  Peserta Vaksinasi di Desa Kecik, Tanon Sragen Lebihi Kuota

Menurutnya angka 800 itu terbilang relatif stabil dari dulu. Untuk pelayanan, ia memastikan selama pandemi covid-19 tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

Di antaranya menyiagakan pengecekan suhu ke setiap pengunjung di pintu masuk, mewajibkan pakai masker, hingga menerapkan social distancing dengan jarak kursi antrian diatur minimal satu meter.

“Untuk layanan antrian kita buka sampai jam 14.00 WIB. Tapi untuk pelayanannya sampai semua antrian habis terlayani. Untuk material blangko STNK pasokan aman dan lancar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Penunjukan Kades Jenar Jadi Duta Vaksi Mendapat Apresiasi dari Kapolda Jateng

Kasie PKB UP3AD Samsat Sragen, Arif Budiyanto menambahkan pasca libur Natal tahun baru, memang tidak ada lonjakan pemajak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Masa pandemi, diduga memang menjadi salah satu faktor yang membuat animo pemajak kendaraan bermotor juga terimbas tidak ada kenaikan.

“Masih biasa. Nggak ada lonjakan. Kalau dulu-dulu habis liburan panjang itu ada antrian dan lonjakan, kali ini nggak terjadi,” Tandasnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/01/diterpa-pandemi-warga-sragen-yang-bayar-pajak-kendaraan-tiap-hari-masih-mencapai-800-orang-semua-pengunjung-wajib-dicek-suhu-sebelum-masuk/