GROBOGAN.NEWS Umum Pantura

Pemkab Batang Siap Tempat Isolasi Mandiri Baru

Bupati Batang Wihaji saat Rapat Bersama Forkopimda dan Tokoh Masyarakat, dalam rangka menciptakan suasana kondusif dan pencegahan serta penanggulangan Covid-19, di Pendapa Kabupaten Batang, beberapa waktu lalu. Foto : Istimewa

BATANG, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya keras memutus mata rantai penularan virus corona atau covid-19. Seperti suasana akhir tahun disinyalemen berpotensi memicu penyebaran Covid-19.

Karenanya, Pemerintah Kabupaten Batang terus melakukan upaya antisipasi, termasuk menyiapkan tempat isolasi mandiri, seperti arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal tersebut disampaikan Bupati Batang Wihaji saat Rapat Bersama Forkopimda dan Tokoh Masyarakat, dalam rangka menciptakan suasana kondusif dan pencegahan serta penanggulangan Covid-19, di Pendapa Kabupaten Batang, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Fadia-Riswadi Segera Pimpin Kabupaten Pekalongan

Menurutnya, meski wilayahnya masih terhitung aman, pihaknya terus bergerak mengantisipasi, khususnya memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjadi peningkatan jumlah yang terpapar Covid-19.

Sesuai arahan gubernur, kata Wihaji, pihaknya merencanakan untuk menggunakan Mess Persibat sebagai lokasi isolasi mandiri.

“Yang terpenting, kami mohon bantuan mengantisipasi kegiatan akhir tahun dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Jangan takut dengan Covid-19, tetapi juga jangan menyepelekannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pria Usia 62 Tahun di Pemalang Jadi Korban Keganasan Tawon Vespa, Diserang saat Mencari Rumput. Sempat Berteriak 'Ya Allah Ya Allah'

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Batang Maulana Yusuf mengatakan, saat ini semua elemen harus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengawal kebijakan supaya berjalan lancar. Jangan sampai Kabupaten Batang menjadi sorotan di Jawa Tengah karena yang terpapar Covid-19 jumlahnya banyak.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Biaya Umrah Naik Jadi Rp26 Juta

Menurut Maulana, saat ini semua elemen harus bergotong royong, untuk mengingatkan kembali pencegahan penyebaran Covid-19. Pasalnya, setiap akhir tahun, banyak desa yang biasanya mengadakan kegiatan, seperti hiburan orkes, sehingga harus diantisipasi.

“Kami mengimbau, kegiatan akhir tahun di desa-desa untuk diisi dengan hal-hal yang sifatnya doa bersama, yang dapat digelar secara virtual, dan tetap sesuai protokol kesehatan,” tandasnya.Frieda