SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Pembangunan proyek rumah deret kampung nelayan Kampung Tambakrejo di Kota Semarang saat ini telah selesai.

Proyek pembangunan telah diserahterimakan dari pengembang kepada Pemkot Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukaan (Disperkim).

Rencananya, rumah deret tersebut diperuntukkan bagi tempat tinggal sementara 97 KK dari masyarakat terdampak penertiban proyek normalisasi Banjir Kanal Timur beberapa waktu lalu.

Proses penempatan diperkirakan berlangsung pada awal Januari 2021.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali, meyampaikan, pihaknya telah menggelar rapat bersama dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang untuk membahas sistem penempatan hunian tersebut.

Pasalnya, lahan tersebut merupakan tanah milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana. Adapun Pemkot Semarang melakukan sewa tanah dalam pembangunan rumah deret tersebut.

”Kami prioritaskan rumah deret hunian sementara itu untuk ditempati bagi 97 KK terdampak proyek normalisasi Banjirkanal Timur. Hanya saja, masih belum diputuskan apakah akan diberlakukan sistem sewa layaknya Rusunawa atau seperti apa nantinya,” terang dia.

“Sistem sewa tanah kepada BBWS diberlakukan selama 5 tahun untuk tahap pertama, dan diberikan kesempatan perpanjangan sekali,” imbuh dia.

Halaman:
‹‹   1   2   3   Baca Selanjutnya ›   ››   All