GROBOGAN.NEWS Solo

Kades dan Perangkatnya Terpapar Covid-19, Kantor Balai Desa Di Sragen Dilockdown

Ilustrasi lockdown salah satu pintu masuk di kampung Semen, Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen dilockdown dengan ditutup palang dan dipasangi tulisan menggelitik. Foto/Wardoyo
IMG20200502104008 741x555 1
Ilustrasi lockdown salah satu pintu masuk di kampung Semen, Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen dilockdown dengan ditutup palang dan dipasangi tulisan menggelitik. Foto/Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Kades Pungsari, Kecamatan Plupuh, Sragen dan salah satu stafnya terpapar Covid-19! Akibatnya, kantor balai desa setempat dilockdown atau ditutup total.

Kades berinisial JS itu dinyatakan positif terpapar covid-19 bersama satu perangkat desa berinisial IA (27).

Kades berusia 38 tahun itu dinyatakan positif setelah hasil swabnya menunjukkan tanda positif pada Rabu (9/12/2020).

Satu perangkat menjabat sebagai Kaur atau Kasi, berinisial IA itu juga positif pada hari yang sama. Dampak dari kasus itu, kantor desa langsung ditutup sejak hari ini, Jumat (11/12/2020).

“Kantor balai desa Pungsari sementara kita tutup dulu. Karena kades dan staff positif. Penutupan sampai situasi membaik sambil menunggu perkembangan,” papar Camat Plupuh, Sumarno kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (11/12/2020).

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 di Sukoharjo Masih Menanjak, Tembus 4.770 Kasus, 325 Orang Meninggal

Camat menyampaikan penutupan kantor desa diambil lantaran semua perangkat desa di Pungsari juga dilakukan swab test. Dengan diswab praktis mereka harus isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasilnya keluar.

Jika hasil swab mereka negatif, maka pelayanan baru akan dibuka. Warga yang ingin mengurus apapun, diminta datang ke kantor kecamatan.

“Sementara pelayanan kita handel dari kecamatan. Warga yang butuh apa-apa bisa langsung ke kecamatan,” tegas Sumarno.

Baca Juga :  Masih Ada 355 Kasus Positif Covid-19 di Sukoharjo, Warga Diminta Tetap Waspada

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , JS dan IA ketahuan positif setelah hasil swab mereka keluar dua hari lalu. Setelah positif, Kades JS memilih isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari Puskesmas.

Sedangkan IA menjalani isolasi mandiri di Technopark Sragen. Meski positif, Kades memang tidak diisolasi di Technopark karena berbagai pertimbangan.

Yang bersangkutan juga menyatakan siap isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari petugas Puskesmas.

“Kemarin sudah saya sampaikan kalau tidak mematuhi isolasi mandiri, nanti kita jemput untuk diisolasi ke Technopark juga,” tukasnya.

Baca Juga :  Bus EKA Gasak Pemotor asal Ngawi Hingga Tewas di Sambungmacan Sragen

Ia menambahkan hingga kini belum diketahui darimana sumber penularan pada Kades dan satu perangkatnya itu. Sementara sebagai tindaklanjut, semua yang kontak erat sudah diswab dari DKK.

Dari lingkungan kantor desa, ada sekitar 6 perangkat desa yang diswab karena kontak erat dengan kades dan kaur. Mereka saat ini juga diisolasi mandiri sambil menunggu hasil swab keluar.

“Sudah diswab perangkat yang kontak erat. Ada sekitar lima atau enam perangkat desa. Ini masih nunggu hasilnya. Kantor desa juga langsung disemprot desinfektan,” tandas Camat. Wardoyo

Berita iji sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2020/12/perhatian-kades-pungsari-dan-perangkatnya-positif-covid-19-balai-desa-langsung-dilockdwon-dan-ditutup-total-pelayanan-sementara-dialihkan-ke-kecamatan/