GROBOGAN.NEWS Semarang

Jateng Sumbang Angka Kesembuhan Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Foto : Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Angka kesembuhan pasien terinfeksi virus corona atau covid-19 di Jawa Tengah terus meningkat. Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempati posisi pertama tingkat kesembuhan harian berdasarkan data Satgas COVID-19 pusat per 30 November kemarin.

Tercatat pada hari itu, pasien sembuh bertambah sebanyak 1.289.

“Jawa Tengah hari ini mengalami peningkatan pesat dengan menambahkan pasien sembuh sebanyak 1.289 kasus dan kumulatifnya bertambah menjadi 39.570 kasus. Sehari sebelumnya kesembuhan di provinsi ini sebanyak 760 kasus,” bunyi rilis yang disampaikan dalam website resmi Satgas Covid-19 Pusat.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Langsung Patroli di Penjuru Kota Semarang Sosialisasikan Prokes di Hari Pertama PPKM

Sementara itu, penambahan pasien terkonfirmasi positif kemarin Jawa Tengah menambahkan 899 kasus. Namun secara jumlah kumulatifnya, provinsi ini masih berada di urutan ketiga nasional dengan 55.896 kasus.

Sedangkan, pada kasus pasien meninggal harian Jawa Tengah menjadi kedua terbanyak menambahkan pasien meninggal sebanyak 23 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga sejumlah 2.363 kasus.

Peningkatan Tes PCR Jateng

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tak menampik bahwa tingginya angka kesembuhan itu berkorelasi dengan tingginya tes PCR di Jateng. Semakin tinggi pengetesan, maka semakin cepat terdeteksi.

Baca Juga :  Langgar Aturan PPKM Toko di Kota Semarang Disegel

“Dengan begitu, maka bisa segera ditangani dan kemudian sembuh. Performance nya pasti akan bagus, kecuali kita nggak mau ngetes, maka performance nya terlihat bagus tapi bahaya,” ucapnya.

Maka Ganjar menyampaikan pada seluruh jajarannya agar tidak terpengaruh dengan bulying, cacian dan lainnya. Tetap dites terus-terusan dan tidak boleh berhenti.

Baca Juga :  Program Vaksinasi Covid-19 di Jateng Dipastikan Siap

“Jangan berhenti, terus dites. Yakinlah bahwa keselamatan itu penting. Soal kita dimarahin orang, itu biasa,” pungkasnya. Kahlil Tama