SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Isu Lockdown kota Solo dan karantina pemudik berefek pada bisnis perhotelan dan pariwisata.

Isu yang telah viral tersebut membuat industri perhotelan dan pariwisata di Kota Solo kembali terpuruk.

Awalnya, Pemerintah Kota Surakarta melalui Walikota FX Hadi Rudyatmo mengeluarkan kebijakan akan melakukan karantina bagi pemudik yang akan datang ke Kota Solo baik dalam rangka libur Natal, libur Tahun Baru maupun hajatan.

Baca Juga :  Polres Sragen Mulai Gelar Operasi Patuh Candi. Ini yang Perlu Diperhatikan!

Karantina diberlakukan selama 14 hari mulai 15 Desember 2020. Mereka yang masuk dari sejumlah pintu masuk Solo akan dijemput dan kemudian dikarantina di Benteng Vasternberg atau Solo Techno Park.

Rupanya rencana kebijakan ini ditanggapi beragam oleh masyarakat. Termasuk munculnya pernyataan Solo lockdown di akhir tahun yang kemudian viral ke mana-mana. Hal itulah yang langsung berdampak bagi bisnis perhotelan dan pelaku pariwisata lainnya.

Baca Juga :  Kabar Gembira dari Sragen! Tren Kasus Covid-19 Kian Menurun. Sehari Hanya Tambah 2 Kasus

Banyak yang menbatalkan acara maupun booking kamar hotel di Solo dan sekitarnya. Pelaku bisnis terkait juga terkena imbasnya. Jika diakumulasi kerugiannya mencapai miliaran rupiah.

Seperti diakui oleh General Manager (GM) The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari.
“Sejak isu lockdown dan karantina itu beredar luas di media sosial, kami kalangan perhotelan langsung waswas. Benar saja, tak begitu lama mulai ada yang cancel booking kamar. Mereka yang cancel terus bertambah.

Baca Juga :  Pusat Pemerintahan Sragen Bakal Dipindahkan ke dekat Technopark. Anggarannya Lebih dari Rp 50 M

Halaman:
‹‹   1   2   3  

  Baca Selanjutnya ›   ››
  All