GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Erupsi Gunung Merapi, Hewan Ternak Dipasang Barcode di Pengungsian

Ilistrasi : Bupati Magelang Zaenal Arifin saat memimpin Rapat Koordinasi 10 Sektor Kesiapan Status Siaga Merapi, kemarin. Foto : Istimewa

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Hewan ternak milik warga yang tinggal di sekitar Gunung Merapi akan segera diungsikan.

Nantinya, di area pengungsian, Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan barcode pada seluruh hewan ternak tersebut.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengungkapkan dirinya sudah berdiskusi dengan Dinas Kominfo soal digitalisasi.

Hewan ternak ini rencananya akan diberi barcode, sehingga jelas milik siapa, dimana, bagaimana kondisinya, dan diungsikan di pasar mana.

“Selain itu pengungsian warga juga harus didata melalui digital, pengungsi dari mana larinya kemana, kebutuhannya apa. Ini yang mesti harus didorong agar kita bisa menangani kalau terjadi erupsi lebih maksimal lagi,” ujar Zaenal saat memimpin Rapat Koordinasi 10 Sektor Kesiapan Status Siaga Merapi, kemarin.

Baca Juga :  Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat

Zaenal juga menekankan pengelolaan data terkait pengungsian Merapi harus cepat dan akurat dengan mengedepankan kemajuan teknologi.

Salah satunya adalah dengan pemberian barcode pada hewan ternak yang akan diungsikan.

“Selain hewan ternak ada kelompok rentan yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus, yakni lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan disabilitas,” terang dia.

“Melalui aplikasi “Janoko” yang telah dibuat oleh Dinas Kominfo itu juga dapat mengcover data terkait pengungsi kelompok rentan tersebut,” sambung dia.

Dari data terakhir Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebutkan aktivitas Merapi saat ini masih tinggi.

Deformasi dari yang sebelumnya 3 meter pada 2006 sudah meletus, namun kini per tanggal 7 Desember 2020 sudah mencapai 5 meter namun belum meletus.

Baca Juga :  Inilah Program Penataan Jalur Aksis Budaya di Kabupaten Magelang, Jalur Candi Mendut dan Candi Pawon Telah Terhubung

“Kita memang tidak pernah tau rahasia Tuhan dan Merapi itu, tetapi setidaknya kita sudah mempersiapkan terlebih dahulu. Saya harap zero (0) korban,” harap Zaenal.

Zaenal juga meminta agar dinas terkait bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang menjalin dan meningkatkan sinergitas kerjasama dalam menangani kondisi Merapi.

Menurutnya, dalam menghadapi kondisi Merapi, belum ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 di tengah-tengah masyarakat bukanlah hal yang mudah. Komunikasi merupakan salah satu kunci penting untuk berkoordinasi antara satu dinas dengan dinas lainnya.

Zaenal mengapresiasi dukungan berbagai pihak baik TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Kesehatan, para relawan dan unsur masyarakat lainnya yang selama ini sudah bersama-sama mendukung Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menangani pengungsian Merapi dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Selama Digulirkannya PPKM, Seluruh Tempat Hiburan di Kota Magelang Ditutup

“Saya berharap sinergitas dan komunikasi ini dapat terus berjalan dengan baik, untuk bisa bersama-sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Zaenal. F Lusi