GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Dua Calon Wisatawan di Candi Borobudur Terdeteksi Positif Terinfeksi Virus Corona

Ilustrasi Proses penutupan stupa candi Borobudur dilakukan mulai dari lantai 8 dan lorong lantai 1 menggunakan terpal paulin. Stupa Candi Borobudur yang sudah ditutupi terpaulin berada di lantai 8 dan 9. Di lantai 8 ada 32 stupa, kemudian di lantai 9 ada 24 stupa candi. Istimewa

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Dua calon wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Candi Borobudur terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut berdasarkan hasil 119 rapid test acak yang dilakukan untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Candi Borobudur dan sekitarnya.

Kepala Bidang Pelayananan Kesehatan Kabupaten Magelang, dokter Oktora Kunto Adi , menyatakan, kedua calon wisatawan tersebut berasal Bogor dan Bekasi yang terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, dua tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Borobudur, juga diketahui terkonfirmasi positif.

“Dua calon wisatawan yang terdeteksi positif Covid-19 tersebut berasal dari Bogor dan Bekasi. Kami juga menemukan dua nakes Puskesmas Borobudur, juga terindikasi positif Covid-19,” terang dia di sela kegiatan rapid test oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang di Tourist Information Center (TIC) Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (26/12) kemarin.

Baca Juga :  Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

Dijelaskannya lebih detail, dalam pelaksanaan rapid test tadi, para calon wisatawan yang menggunakan mobil pribadi diminta untuk menunjukkan surat keterangan rapid test antigen.

Sedangkan, bagi calon pengunjung Candi Borobudur yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan tersebut, diminta untuk menjalani tes tersebut.

“Bagi calon wisatawan Candi Borobudur yang terindikasi positif Covid-19 tersebut, langsung diminta pulang kembali ke rumahnya masing-masing, dan menjalani isolasi mandiri. Sedang bagi calon wisatawan yang dinyatakan negatif, diperbolehkan melanjutkan perjalanannya,” jelasnya.

Kunto mengatakan, bagi calon wisatawan yang terindikasi positif Covid-19, selain diminta pulang, juga diberi surat keterangan hasil rapid test antigen yang ditujukan ke masing-masing fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemantauan.

Baca Juga :  Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

Lebih lanjut dikatakan, dalam rapid test antigen secara acak tersebut, pihaknya menargetkan setiap hari ada 100 orang calon wisatawan dan diberikan secara gratis.

“Kami akan kembali melaksanakan test rapid antigen bagi calon wisatawan Candi Borobudur pada 31 Desember mendatang,” ungkapnya.

Sementara Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, menambahkan ada tambahan 21 pasien terkonfirmasi pada Sabtu (26/12).

Terbanyak dari Kecamatan Mertoyudan 5 orang. Kemudian 4 orang dari Tempuran, 3 dari Salaman dan dua orang tersebar di Mungkid, Ngluwar, Dukun serta Secang. “Selain itu juga ada satu orang dari Bandongan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

Meski demikian, lanjut Nanda, ada 55 pasien terkonfirmasi yang dinyatakan sembuh. Sebanyak 31 diantaranya dari Muntilan, 21 Bandongan dan 3 dari Grabag.

“Hari ini juga ada tiga yang meninggal. Mereka berasal dari Mertoyudan, Mungkid dan Srumbung. Jumlah kumulatifnya, kini menjadi 5570 orang. Rinciannya, 1570 dalam penyembuhan, 3870 sembuh dan 130 meninggal,” jelasnya.

Untuk pasien suspek, ada tambahan 30 orang. Hanya saja, ada 14 sembuh, dua meninggal dan 4 alih status menjadi terkonfirmasi.

“Dua meninggal berasal dari Salaman dan Srumbung. Sedang empat yang alih status ke konfirmasi, berasal dari Srumbung, Secang, Dukun dan Tegalrejo,” imbuh dia. F Lusi