SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Usai perhelatan Pilkada di Kabupaten Sragen, setidaknya sudah muncul dua pengaduan soal pelanggaran Pilkada.

Kini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen menyatakan tengah mengkaji dua laporan terkait dugaan pelanggaran di Pilkada Sragen.

Satu dugaan pelanggaran disebut menyangkut indikasi ketidaknetralan oknum penyelenggara pemerintahan desa dan satu laporan terkait bagi uang Rp 20.000 sebelum coblosan.

Baca Juga :  Tak Kuat Nanjak, Truk Tronton Penuh Semen Ngglondor dan Menimpa Panther di Mondokan, Sragen

Anggota Bawaslu Sragen Divisi Penanganan Pelanggaran, Widodo mengatakan yang pertama ada informasi awal berkaitan dengan masalah ketidaknetralan di wilayah Kecamatan Ngrampal.

Saat ini, tim baru menelusuri informasi tersebut. Dari info yang masuk ke Bawaslu, di salah satu desa di Ngrampal ada kegiatan senam di balai desa mengunakan atribut paslon Yuni-Suroto.

Baca Juga :  Kesulitan Capai Passing Grade di Seleksi PPPK, Guru-guru Honorer Tua di Sragen Nangis dan Sambat. Curhatan di Sosmed Pilu dan Menyayat Hati

“Ini baru kita selidiki. Artinya apakah informasi itu bisa dibuktikan atau tidak, ini baru kita telusuri. Indikasi masih belum tahu. Tapi informasi sementara misalkan kaos itu yang memberikan kepala desa dan tempatnya di balai desa, tapi untuk memastikan kita langsung melakukan pleno di Bawaslu kemarin. Hasil dari Pleno sepakat untuk melakukan investigasi atau penelusuran terhadap informasi awal itu,” papar Widodo kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

Baca Juga :  Baru Capai 40 Persen, Pemkab Sukoharjo Akhirnya Genjot Vaksinasi Covid-19

Halaman:
1   2   All