Hajatan, Pentas Seni, Pengajian Dilarang Sementara, Munculnya Klaster Pernikahan di Tanggungharjo Jadi Pertimbangan Penting

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Moch. Sumarsono saat memberikan keterangan kepada para awak media di ruang kerjanya, kemarin.
  • Bagikan

PURWODADI, GROBOGAN.NEWS-Mencermati perkembangan penularan virus corona atau Covid-19 di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali menggulirkan kebijakan tegas.

Bupati Grobogan Sri Sumarni telah mengeluarkan surat edaran Bupati Grobogan Nomor 443.1/7677/2020 tertanggal 28 Desember 2020.

Dalam surat edaran tersebut, seluruh kegiatan hajatan, pentas seni serta kegiatan keagamaan yang menimbulkan kerumunan massa tidak diizinkan untuk sementara.

Munculnya klaster pernikahan di Kecamatan Tanggungharjo menjadi salah satu pertimbangan penting dikeluarkannya surat edaran tersebut. Di sisi lain, Kabupaten Grobogan agar tidak masuk kembali masuk kategori zona merah penularan Covid-19.

Baca Juga :  Geyer Gempar, Mayat Perempuan Telanjang Tanpa Identitas Ditemukan di Wilayah Hutan Desa Juworo

Data yang dihimpun Kantor Berita GROBOGAN.NEWS, surat edaran Bupati Grobogan Nomor 443.1/7677/2020 tersebut telah ditembuskan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Di lain pihak, surat edaran tersebut juga telah ditindaklanjuti Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Kepala Dinas Kesehatan serta Kepala BPBD Kabupaten Grobogan.

Dalam pemaparannya, Sekda Grobogan, Moch. Sumarsono menyampaikan, sebelum diterbitkan, surat edaraan tersebut telah melalui sejumlah pertimbangan pertimbangan.

Tujuannya, seluruh masyarakat di Kabupaten Grobogan harus dapat memahami terkait kebijakan penghentian sementara adanya pentas seni, pengajian hingga hajatan yang menimbulkan kerumunan massa.

Baca Juga :  Jenazah Perempuan yang Ditemukan di Areal Hutan Wilayah Geyer Telah Dibawa Keluarganya ke Pemalang

“Seluruh masyarakat di Kabupaten Grobogan wajib mematuhi kebijakan ini (seluruh kegiatan hajatan, pentas seni serta kegiatan keagamaan menimbulkan kerumunan massa tidak diizinkan untuk sementara),” terang Moch. Sumarsono yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Grobogan, kemarin.

Lebih detail, Sekda menyebut, pertimbangan lain yakni adanya klaster pernikahan di Kecamatan Tanggungharjo. Sebanyak 12 orang yang berkegiatan dalam acara hajatan pernikahan tersebut telah dinyatakan terinfeksi Covid-19.

“Iya, terjadinya klaster pernikahan di Kecamatan Tanggungharjo menjadi pertimbangan. Sebanyak 12 orang terinfeksi Covid-19 setelah menghadiri hajatan pernikahan di Tanggungharjo,” terang dia lebih detail.

Baca Juga :  Fakta Penemuan Mayat Wanita di Hutan Geyer: Identitas Terungkap, Ditemukan Gelang Perak. Diperkirakan Tewas Lima Hari Lalu, Diduga Kuat Korban Pembunuhan

Sumarsono menyampaikan lebih detail, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Grobogan meningkat signifikan menjelang pergantian tahun baru 2021. Bahkan, sebelumnya Kabupaten Grobogan sempat masuk kategori zona merah. Ia juga menyebut, untuk memutus mata rantai penularan virus corona operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan juga menjadi prioritas.

“Sebelumnya sempat masuk zona merah, namun saat ini sudah zona oranye,” terang dia.

“Sehingga agar tidak masuk zona merah, hajatan, pentas seni, dan pengajian dihentikan sementara,” sambung Sumarsono.

 

  • Bagikan