GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Lawan Pandemi Covid-19, Pembinaan Bela Negara Diperkuat

Bupati Kabupaten Magelang Zaenal Arifin usai mengikuti upacara Hari Bela Negara secara virtual dari Rumah Dinas Bupati Magelang, Sabtu (19/12). Istimewa

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS– Upaya mencegah penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Berbagai kebijakan pemerintah telah dikeluarkan.

Dari imbauan, mitigasi bencana, hingga keputusan strategis, seperti penutupan tempat wisata, meliburkan sekolah, pembelajaran online, dan lain-lain. Presiden pun telah menyampaikan maklumat. Sebagian masyarakat merespon dengan enggan keluar rumah.

Hingga kini, pemerintah terus berupaya agar kekhawatiran secara massif terhadap penularan virus tidak berkepanjangan.

Di Kabupaten Magelang, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengajak seluruh elemen masyarakat baik TNI, Polri, ASN, masyarakat sipil terutama generasi milenial ikut serta bela negara dalam hal menekan dan mencegah penularan Covid-19, yakni melalui gerakan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun (3M).

Baca Juga :  Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

“Cukup dengan melakukan gerakan 3M, ini bisa dikatakan implementasi aksi bela negara. Saat ini tenaga medis juga sedang mati-matian di baris terdepan melakukan aksi bela negara untuk memperjuangkan kesehatan setiap warga negara yang terpapar Covid-19,” kata, Zaenal usai mengikuti upacara Hari Bela Negara secara virtual dari Rumah Dinas Bupati Magelang, Sabtu (19/12).

Menurutnya, dalam era kekinian Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) terhadap setiap warga negara terutama generasi milenial sangatlah penting karena masa depan bangsa dan negara ada di genggaman mereka.

Generasi milenial hidup di era perkembangan Iptek, dan penerapan teknologi informasi sekarang ini telah mengubah dunia analog menjadi digital yang lebih canggih dan cepat.

Baca Juga :  Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

“Oleh karena itu pelaksanaan PKBN dititikberatkan pada upaya literasi digital. Tidak hanya menyikapi kemampuan menggunakan perangkat-perangkat teknologi, informasi, dan komunikasi, namun juga kemampuan bersosialisasi dalam pembelajaran dan memiliki sikap berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif berdasarkan nilai-nilai bela negara,” tuturnya.

Melalui tema ‘Semangat Bela Negara Wujudkan SDM Unggul Dan Tangguh’ Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menuturkan bela negara bisa dilakukan oleh siapa saja, seorang petani, guru, prajurit TNI, dokter, bidan, tenaga kesehatan, buruh, PNS, pedagang ataupun profesi lainnya.

“Seorang petani bekerja keras meningkatkan produksi adalah upaya bela negara untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Seorang guru berjuang mendidik anak-anak di kawasan perbatasan juga adalah wujud nyata bela negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutur Prabowo daring.

Baca Juga :  Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

Menurutnya bela negara adalah tekad, sikap, dan perilaku baik secara perseorangan maupun secara kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa dan negara yang dijiwai dengan kecintaannya kepada NKRI.

Adapun nilai-nilai dasar agar menjadi landasan sikap dan perilaku warga negara adalah cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara,” ujarnya. F Lusi