KLATEN, GROBOGAN.NEWS-Tahapan pembangunan Listrik Aliran Atas (LAA) atau yang biasa disebut kereta rel listrik relasi Yogyakarta-Solo Balapan di Kabupaten Klaten terus berlanjut.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan warga yang terdampak pembangunannya proyek strategis yang melintasi wilayah Kabupaten Klaten, mendapatkan santunan.

Hal ini terungkap saat tim terpadu penanganan dampak sosial kemasyarakatan Provinsi jawa Tengah untuk pembangunan LAA melakukan sosialisasi dengan warga di Kantor Kecamatan Klaten Tengah, Senin (30/11) kemarin.

Baca Juga :  Menggembirakan, Kasus Covid-19 di Sragen Hanya Tambah 6 Orang Saja

Mewakili tim terpadu penanganan dampak sosial kemasyarakatan untuk LAA, Endro Hudiyono menyebut, sosialisasi tersebut untuk memberikan pengetahuan dan kepastian rencana pembangunan LAA, dalam menunjang pelayanan perkeretaapian, khususnya kereta api komuter.

Baca Juga :  Di Sragen, Sehari Hanya Ada Tujuh Kasus Positif dan Seorang Meninggal

Ia juga menyebut, ada 21 orang yang terimbas proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Mereka diketahui menempati tanah milik PT (Persero) Kereta Api Indonesia.

“Pemerintah hendak membangun jalur LAA, akan tetapi masyarakat masih mendapatkan hak berupa santunan, yang akan dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Komponen pemberian santunan tak termasuk (nilai) tanah,” ujar Endro yang juga Kabid Pertanahan Disperakim Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Sragen Makin Berkurang. Hanya Tambah 10 Kasus dalam Sehari

Halaman:
‹‹   1   2   3  

  Baca Selanjutnya ›   ››
  All