GROBOGAN.NEWS Solo

Warga Terdampak Dukung Pembangunan Proyek KRL Relasi Solo-Yogyakarta

Tim terpadu penanganan dampak sosial kemasyarakatan Provinsi jawa Tengah untuk pembangunan LAA melakukan sosialisasi dengan warga di Kantor Kecamatan Klaten Tengah, Senin (30/11) kemarin. Foto : Istimewa

KLATEN, GROBOGAN.NEWS-Tahapan pembangunan Listrik Aliran Atas (LAA) atau yang biasa disebut kereta rel listrik relasi Yogyakarta-Solo Balapan di Kabupaten Klaten terus berlanjut.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan warga yang terdampak pembangunannya proyek strategis yang melintasi wilayah Kabupaten Klaten, mendapatkan santunan.

Hal ini terungkap saat tim terpadu penanganan dampak sosial kemasyarakatan Provinsi jawa Tengah untuk pembangunan LAA melakukan sosialisasi dengan warga di Kantor Kecamatan Klaten Tengah, Senin (30/11) kemarin.

Mewakili tim terpadu penanganan dampak sosial kemasyarakatan untuk LAA, Endro Hudiyono menyebut, sosialisasi tersebut untuk memberikan pengetahuan dan kepastian rencana pembangunan LAA, dalam menunjang pelayanan perkeretaapian, khususnya kereta api komuter.

Ia juga menyebut, ada 21 orang yang terimbas proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Mereka diketahui menempati tanah milik PT (Persero) Kereta Api Indonesia.

“Pemerintah hendak membangun jalur LAA, akan tetapi masyarakat masih mendapatkan hak berupa santunan, yang akan dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Komponen pemberian santunan tak termasuk (nilai) tanah,” ujar Endro yang juga Kabid Pertanahan Disperakim Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Kejari Sragen Kembalikan Uang Ganti Kerugian Negara Rp 2,016 M Terkait Kasus Korupsi ke Kas Daerah

Ia menyebut, karena warga menempati tanah negara, tim dari KJPP hanya akan menilai beberapa item, minus nilai tanah. Di antaranya, biaya bongkar atau pembersihan, mobilisasi ke tempat baru, santunan sewa rumah (maksimal satu tahun).

Adapula tunjangan kehilangan pendapatan, penggantian tanam tumbuh, dan biaya penggantian bangunan.

Ditambahkannya lebih lanjut, sosialisasi terhadap warga merupakan tahapan awal. Jika sesuai linimasa, proses pembangunan LAA di Klaten akan dimulai pada Maret 2021.

Setelah sosialisasi di akhir November 2020, akan dilanjutkan pada proses validasi terhadap mereka yang berhak dapat santunan, sekitar Desember 2020.

Sedangkan, tahapan penilaian atau appraisal oleh KJPP akan berlangsung pada Januari 2021, disusul penyerahan santunan pada sekitar Februari 2021. Adapun, pembangunan akan direncanakan berlangsung pada Maret 2021.

Oleh karenanya, ia mengimbau warga mempersiapkan persyaratan untuk mendapatkan santunan. Seperti kartu tanda penduduk elektronik, dan pernyataan telah tinggal di wilayah tersebut sekurang-kurangnya 10 tahun.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah Yurisal Elmianto mengatakan, KRL Solo-Yogyakarta berjarak 60 kilometer.

Baca Juga :  Lagi-lagi, Empat Warga Sragen Meninggal dalam Sehari Terpapar Covid-19

Sementara, untuk emplasement Klaten-Yogyakarta lebih kurang berjarak 30 kilometer.

“Harapannya, untuk ruas Klaten-Yogyakarta (KRL) bisa beroperasi akhir tahun ini. Sementara untuk jalur Solo-Yogyakarta sekitar Maret (2021) akan beroperasi full (penuh),” ujarnya.

Yurisal menyampaikan, nantinya KRL Solo-Yogyakarta akan menggantikan moda kereta berdaya diesel. Dengan kereta listrik, daya angkut yang didapat akan lebih besar dengan kapasitas 700 penumpang.

“Jika jadi beroperasi, maka ini adalah moda KRL pertama di luar metropolitan Jakarta. Keuntungan lainnya, daya angkutnya lebih banyak, dan waktu tunggu semakin pendek,” imbuhnya.
Warga Dukung Proyek KRL

Warga Tegal Sepur, Kabupaten Klaten yang terlewati jalur KRL, mendukung rencana pembangunan LAA, sebagai sarana rel listrik yang melintasi kampung mereka. Meski harus angkat kaki, namun mereka sadar selama ini telah menempati tanah negara.

Hal itu disampaikan oleh Budi Prasetyo, sorang warga RT 04 Tegal Sepur. Ia menyebut sudah puluhan tahun menempati wilayah tersebut.

Baca Juga :  Di Desa Gawan Sragen Saja, Sudah Terdapat 20 Warga Terpapar Covid-19, 2 di Antaranya Meninggal

“Sejak sejak umur tiga tahun sudah di situ. Warga sudah menyadari tinggal tidak di tanahnya sendiri. Kita ikuti saja, mudah-mudahan tidak dirugikan,” harapnya.

Warga lain, Sugeng Riyadi mengatakan hal serupa. Ia berharap, pembangunan KRL di wilayahnya memberikan dampak positif.

“Saya 25 tahun di Jakarta, dan saya ikut senang Klaten sebagai daerah kedua setelah Jakarta yang memiliki KRL. Harapannya, nanti akan berdampak bagi generasi penerus,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Setda Klaten Rina Damaiyanti berharap, proyek ini dapat meningkatkan investasi dan perekonomian masyarakat.

“Saya berharap proyek ini dapat meningkatkan investasi dan perekonomian masyarakat,” terang dia. Joko