GROBOGAN.NEWS Solo

UMS Siap Gelar Wisuda Pertama Saat Pandemi Covid-19. Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Wisudawan dan Panitia Wajib Bawa Bukti Rapid Test

Persiapan pelaksanaan wisuda UMS di Edutorium. Foto: JSNews

SOLO, GROBOGAN.NEWS Kabar bahagia bagi para calon wisudawan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pasalnya, setelah hampir satu tahun tak digelar sejak adanya pandemi Covid-19, prosesi wisuda akan kembali dilangsungkan di Kampus UMS.

Prosesi wisuda kali ini, UMS akan melangsungkan secara luring (langsung) dan daring (online) selama dua hari, yakni Jumat-Sabtu (20-21/11/2020) di Edutorium UMS. Selain itu untuk menyesuaikan protokol kesehatan, maka pelaksanaan wisuda akan memberlakukan daya tampung sesuai ketentuan.

Menurut Ketua Panitia Wisuda, Dr Triyono, MSi, rencana digelarnya kembali seremonial wisuda secara luring karena banyaknya mahasiswa yang menghendaki wisuda secara langsung.

Baca Juga :  Stt... Diam-diam di Sragen Marak Juga Kuliner Daging Anjing! Ada yang Nyamar Jualan Salad

“Memang benar ini merupakan wisuda pertama yang akan digelar di tahun 2020 semenjak adanya pandemi Covid-19. Untuk menampung keinginan para mahasiswa yang ingin diwisuda. Tapi kita juga tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Padahal seharusnya, ungkap Triyono, wisuda kali ini sudah memasuki periode 1 tahun ajaran 2020/2021, sehingga ada 2 periode yakni periode 3 dan 4 tahun ajaran 2019/2020 yang belum dilakukan wisuda. “Total wisuda kali ini berarti tiga periode sekaligus,” kata dia.

Sampai dengan saat ini semenjak dibukanya konfirmasi wisuda pada 2 November 2020 lalu, jumlah pendaftar wisuda sudah mencapai 2.367 orang.

Baca Juga :  Ribuan Anjing dari Sragen Diburu untuk Diperdagangkan, Koalisi DMFI Desak Pemkab dan Bupati Segera Hentikan

Jumlah tersebut nantinya akan dibagi menjadi 2.181 wisudawan secara luring dan 286 wisudawan mengikuti secara daring. Untuk wisudawan luring akan dibagi lagi menjadi empat kloter, dengan masing-masing kloter sekitar 500 wisudawan.

“Itu artinya protokol kesehatan harus betul-betul dilakukan agar semuanya berjalan dengan lancar. Semua wisudawan harus menyerahkan hasil rapid test. Begitu pula semua petugas juga dilakukan rapid test.”

“Protokol kesehatan salah satu prasyaratnya harus rapid test dari daerahnya masing-masing dengan validitasnya 3 hari sebelum pelaksanaan. Kemudian buktinya dibawa ke ruang wisuda dan akan diberi uang pengganti Rp100.000,” sambungnya.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Sukoharjo Melonjak Lagi, Sehari Tambah 44 Kasus Baru

Selain pembatasan wisudawan dan syarat rapid test, format pelaksanaan wisuda juga dipersingkat menjadi maksimal 2 jam. “Yang jelas setiap sesi (hari) itu sekitar 500 orang dengan durasi waktu maksimal 1,5-2 jam. Kami juga sudah membagi per slot tiap sesinya,” jelas Triyono. A Syahirul

Artikel ini sudah tayang di Joglosemarnews dengan judul UMS Akan Gelar Wisuda Pertama Kalinya Saat Pandemi secara Luring. Dilangsungkan dengan Protokol Kesehatan Ketat, Wisudawan dan Panitia Harus Serahkan Rapid Test