Pentingnya Edukasi Pranikah demi Terwujudnya Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah

Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng, Nawal Arafah Yasin saat memberi sambutan secara virtual pada webinar bertajuk "Pendidikan Pranikah" di Semarang, kemarin. Foto : Istimewa
  • Bagikan

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Menikah adalah menjadi ibadah terlama yang dimulai sejak diucapkannya ijab kabul. Setiap pasangan mengharapkan rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah, saling menentramkan dan bekerja sama mewujudkan visi misi berumahtangga.

Menjelang pernikahan telah menjadi keharusan setiap laki-laki dan perempuan mutlak membutuhkan pendidikan (ilmu) sebelum mengarungi rumah tangga agar rumah tangga tidak dibangun atas dasar hawa nafsu dan tegar menghadapi berbagai masalah keluarga. Pasalnya tidak mudah mempertahankan keutuhan keluarga saat ini.

Baca Juga :  Tertangkap di Dalam Kamar Kos, Satu Mahasiswi Bersama Lima Mahasiswa Dibina Khusus Satpol Kota Semarang

Pendidikan sebelum melangsungkan pernikahan atau pranikah penting dilakukan tidak hanya pasangan calon pengantin, melainkan juga para remaja.

Selain untuk mencegah dan mengurangi berbagai masalah sosial dan hak asasi manusia yang berhubungan dengan perkawinan dan keluarga, program tersebut juga sebagai upaya mencegah pernikahan usia anak dan perceraian.

“Pendidikan pranikah akan membekali pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bagi pasangan calon pengantin atau remaja usia pranikah, sehingga memiliki kesiapan dan kematangan yang memadai. Terutama kesiapan, fisik, biologis, dan menjadi orang tua,” kata Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng, Nawal Arafah Yasin.

Baca Juga :  Identitas WNA Asing Terduga Dalang Kejahatan Skiming Kartu ATM Terungkap

Saat memberi sambutan secara virtual pada webinar bertajuk “Pendidikan Pranikah” di Semarang, Minggu (22/11) kemarin, Nawal menjelaskan pendidikan pranikah harus diberikan kepada remaja atau siswa-siswi yang sudah memasuki usia pranikah, yakni usia 17- 18 tahun. Pendidikan dapat dilakukan di lingkungan pendidikan SMA, SMK, MA, atau pondok pesantren yang di desa-desa bekerjasama dengan pemerintah desa.

Baca Juga :  Menpora Cermati Sport Tourism di Kendal. Program Inovasi Bupati Dico Dapat Apresiasi

 

Menurutnya, para remaja yang telah masuk usia pranikah dan pasangan calon pengantin, harus dibekali 10 pengetahuan penting. Di antaranya menyangkut Undang-Undang tentang Perkawinan, UU tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, UU tentang Perlindungan Anak. Selain itu juga harus mengetahui pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksual, relasi dan pembagian peran atau tanggung jawab yang adil antara suami dan istri.

  • Bagikan