GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Kuota Haji Tahun 2021, Indonesia Siapkan Tiga Skenario: Masih Ada Kemungkinan Kembali Tidak Berangkatkan Jemaah

Ilustrasi ibadah haji. Foto: pixabay.com

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS Para calon jemaah haji yang telah mendaftar untuk keberangkatan ke Tanah Suci kini masih berharap-harap cemas untuk kemungkinan diberangkatkan pada musim haji tahun depan. Pasalnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dilaporkan belum mengumumkan kuota jemaah untuk Indonesia.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pihak kementerian sebelumnya telah mengirimkan perwakilan untuk menemui Kementerian Haji Arab Saudi namun belum mendapat jawaban pasti terkait kuota jemaah haji untuk pemberangkatan tahun 2021.

“Beberapa waktu lalu Pak Nizar (Sekretaris Jenderal Kementerian Agama) dan Pak Oman (Pelaksana Tugas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman) ke sana dan saat ditanyakan jawaban mereka adalah masih terlalu dini untuk membicarakan tentang itu,” ujar Fachrul dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (23/11/2020).

Baca Juga :  Aturan Turunan UU Cipta Kerja Telah Disusun, Status Pekerja Kontrak Tak Boleh Lebih dari 5 Tahun

Meski demikian, Fachrul menerangkan seandainya kuota jemaah sudah bisa dipastikan, jemaah yang bisa berangkat pada musim haji 2021 adalah mereka yang berhak berangkat dan telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji pada rencana penyelenggaraan haji tahun 2020 dan belum melakukan pembatalan.

Pada 2020, kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia adalah sebanyak 221.000 jemaah haji. Kuota tersebut dibagi dua, yaitu jemaah haji reguler sebanyak 203.320 orang dan jemaah haji khusus 17.680 jemaah. Namun situasi pandemi Covid-19 membuat pemberangkatan jemaah haji tahun ini ditiadakan.

Baca Juga :  Belasan Mobil Kinyis-kinyis Penyok Hampir Bersamaan Karena Kecelakaan, Ternyata Pemicunya Ini!

Mengingat sampai saat ini wabah Covid-19 masih belum berakhir, Fachrul mengatakan pemerintah telah menyiapkan rencana mitigasi penyelenggaraan ibadah haji 2021 melalui tiga skenario. Pertama adalah kuota penuh, yakni apabila kuota sudah diperoleh dan wabah sudah berlalu atau vaksin telah tersedia.

Skenario kedua adalah kuota terbatas. Opsi tersebut diambil apabila kuota telah diperoleh, namun wabah masih berlanjut dan Pemerintah Arab Saudi menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasinya.

Baca Juga :  KPK Sita Vila Mewah Milik Eks Menteri KKP, Edhy Prabowo

Skenario ketiga adalah tidak memberangkatkan jemaah haji. Langkah ini ditempuh apabila pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji hanya untuk lingkup terbatas.

“Pemerintah sampai saat ini telah bekerja untuk opsi pertama, kuota penuh, serta terus mengikuti perkembangan sehingga bisa memperkirakan opsi yang memiliki peluang paling tinggi. Kami semua berharap wabah segera berakhir dan penyelenggaraan ibadah haji 2021 bisa berjalan normal,” tutur Fachrul.

www.tempo.co