GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Ini Penting! Guna Mencegah Terjadinya “Keausan” Batu, Para Wisatawan bakal Diwajibkan Pakai Sendal Khusus saat Naik Candi Borobudur

Balai Konservasi Borobudur (BKB) menggelar kegiatan pelatihan rancangan pembuatan sandal khusus yang wajib dipakai saat naik Candi Borobudur. Pelatihan tersebut digelar di di kantor Balai Konservasi Borobudur, pada Kamis (12/11/2020) lalu. Foto : Istimewa

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS Candi Borobudur sudah menjadi ikon Indonesia di dunia internasional. Nilai sejarah dan kemegahannya memukau setiap orang yang datang.

Sejak ditemukan kembali pada 1814, Candi Borobudur beberapa kali dipugar untuk menyelamatkan bangunan candi dari kerusakan. Berbagai cara telah diupayakan untuk menjaga batuan agar tidak rusak dan aus.

Untuk mencegah keausan batu candi, Balai Konservasi Borobudur (BKB) menggelar kegiatan pelatihan rancangan sandal yang digelar di kantor Balai Konservasi Borobudur, Kamis (12/11/2020) kemarin.

Baca Juga :  Cegah Penularan Covid-19, Kawasan Wisata Candi Borobudur Ditutup Sementara Mulai  8-17 Mei 2021

Koordinator Pokja Pemeliharaan BKB, Bramantara saat dikonfirmasi wartawan mengemukakan, nantinya wisatawan yang akan naik ke Candi Borobudur wajib menggunakan sandal yang telah disediakan.

“Karena selama ini wisatawan masih menggunakan sepatu dan sandal masing-masing saat naik ke Candi Borobudur. Dimana tingkat kekerasan sepatu dan sandal tersebut berbeda-beda dan dikawatirkan akan mempercepat keausan batu candi,” ucap Bramantara.

Baca Juga :  Masyarakat Diminta Ikuti Imbauan Larangan Mudik untuk Tekan Penularan Covid-19

Peserta pelatihan adalah perajin sekitar Borobudur. Mereka adalah perajin batik, gantungan kunci dan lain-lain karena sudah terbiasa memproduksi kerajinan. Sedangkan pelatihnya juga perajin sandal di Borobudur sendiri.

“Apabila ada produk luar Borobudur yang lebih murah, kami akan tetap mengambil produk dari perajin setempat karena program ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga perajin Borobudur,” papar Bramantara.

Bahan baku sandal adalah spons hati karena telah dilakukan kajian material tersebut saat ini paling lunak dan aman bagi batu candi, dibandingkan yang lain.

Baca Juga :  Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Magelang Masih Alami Penambahan, Terbanyak di Ngluwar

“Bahan yang lunak menjadi syarat pembuatan sandal, sehingga usia batu candi akan lebih lama,” imbuhnya.

Bramantara menambahkan, program tersebut saat ini sedang dalam pembahasan Balai Konservasi Borobudur.

“Untuk penerapannya masih ada kajian lagi, namun kami sudah mempersiapkan pelatihan pembuatan sandal guna mendukung program tersebut,” kata dia. F Lusi