GROBOGAN.NEWS Blora

Heritage Loco Tour Cepu Tampil di Even PAKUDJEMBARA

Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Blora, Wahyu Tri Mulyani saat memberikan keterangan kepada para awak media. Foto : Istimewa

BLORA, GROBOGAN.NEWS-Heritage Loco Tour di Cepu akan ditampilkan dalam even bersama pagelaran seni pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

Pagelaran itu dihelat melalui event bersama PAKUDJEMBARA, yaitu kabupaten Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang dan Blora pada Selasa, (17/11/2020) pukul 09.00 WIB.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Slamet Pamuji, SH,M.Hum melalui Kepala Bidangg Pariwisata Dinporabudpar, Wahyu Tri Mulyani,AP mengungkapkan, konsep dari agenda tersebut yakni masing-masing kabupaten menampilkan pertunjukan di masing-masing daerah.

”Karena masih pandemi, pertunjukan dilaksanakan secara virtual di lokasi wisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan di masing-masing kabupaten. Kami pilih Loco Tour Cepu, karena ada pohon besar yang rindang dan sudah menerapkan protokol kesehatan. Jadi antar kabupaten dan provinsi secara virtual bisa menonton,” ujar Wahyu Tri Mulyani pada Senin (16/11/2020), kemarin.

Baca Juga :  Sinergitas Jaga Kondusifitas Daerah Terus Diperkuat

Dalam pertunjukan tersebut, lanjut dia, nantinya Dinporabudpar akan menampilkan tari tradisional yang sudah dikoreografi (Barongan Nara Singa Lodra). Sehingga, bisa klop dengan konsep latar belakangnya.

”Supaya bisa nyambung dengan konsep tari tradisional dan latar background lokasinya, kami memilih Loco Tour,” imbuh Wahyu Tri Mulyani.

Baca Juga :  Calon Jemaah Haji Harus Siap Divaksin Covid-19

Dalam gelaran tersebut, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan sehingga para pemain tetap aman di tengah pandemi.
Penting untuk diketahui, Heritge Loco Tour tersebut dimiliki dan dikelola oleh KPH Perhutani Cepu.

Lokasinya berada di Jalan Sorogo Cepu. Loco Tour pada mulanya adalah Bengkel Traksi atau Depo Loco tempat bersemayam loco-loco tua milik Perhutani yang dibangun sejak tahun 1911.

Sedangkan jaringan relnya dibangun pada tahun 1915. Kini, lokasi tersebut menjadi tempat wisata yang cukup ramai. Dalam dua bulan setelah dibuka kembali dalam suasana pandemi, pengunjugnya ada sekitar 1000 orang. Ahmad