Sektor Pertanian Grobogan Mampu Pasok Kebutuhan Kuota Jagung 30 Ribu Ton untuk Pakan Ternak

  • Bagikan

PURWODADI, GROBOGAN.NEWS-Sektor pertanian di wilayah Kabupaten Grobogan telah menjadi perhatian masyarakat Bangsa Indonesia. Saat ini,  Kabupaten Grobogan merupakan lumbung pangan Provinsi Jawa Tengah.

Saat inipun, Grobogan menjadi salah satu sentra produksi jagung yang hingga akhir tahun masih melangsungkan panen dengan hamparan cukup luas.

Prakiraan total luas panen jagung 2021 mencapai 121.200 hektar (ha) dengan produksi 783.700 ton dan luas panen di bulan Oktober ini 24 ribu ha produksi 120 ribu ton sehingga mampu memasok 30 ribu ton kuota jagung pengadaan pemerintah untuk kebutuhan pakan bagi peternak layer mandiri.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Hari Ini Kamis, 20 Oktober 2021: Sebagian Wilayah di Jawa Tengah Cerah dan Berawan, Grobogan Hujan Ringan di Malam Hari

“Kuota jagung 30 ribu ton ini kami sanggupi karena tersedia di lapangan. Dalam satu bulan ini terjadi panen terus. Apabila pemerintah menghendaki atau menginginkan jagung dari Grobogan kami siap dengan harga yang disepakati di tingkat petani atau pengepul,” terang Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto usai rapat dengan pihak Kemenko Perekonomian, Kementan, Bulog dan petani membahas persediaan jagung di Purwodadi, Sabtu (9/10/2021).

Baca Juga :  Fakta Penemuan Mayat Wanita di Hutan Geyer: Identitas Terungkap, Ditemukan Gelang Perak. Diperkirakan Tewas Lima Hari Lalu, Diduga Kuat Korban Pembunuhan

Bahkan kami sanggup memasok 100.000 ton hingga Januari 2022 karena Januari akan memasuki panen raya musim tanam pertama,” sambung dia.

Lebih detail. Sunanto menjelaskan potensi panen jagung di Kabupaten Grobogan tersebar di 8 kecamatan, antara lain Kecamatan Purwodadi, Pulokulon, Gabus, Kradenan, Wirosari, Tawangharjo, Geyer dan Taroh.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Rabu, 20 Oktober 2021: Sebagian Wilayah di Jawa Tengah Diperkirakan Cerah dan Berawan. Grobogan dan Demak Berawan dan Hujan Ringan

Panen jagung di musim tanam kali ini menjadi berkah tersendiri bagi petani menikmati hasilnya, tak hanya produksi yang tinggi namun juga diikuti harga yang memberikan keuntungan.

  • Bagikan