Penemuan Bayi di Dalam Kardus di Wonogiri, Pelakunya Ternyata Ibu Kandung Bayi  

Aparat Polres Wonogiri saat melaksanakan olah TKP di lokasi penemuan bayi di dalam kardus di Donoharjo Kelurahan Wuryorejo Wonogiri. Foto : Ist
  • Bagikan

WONOGIRI, GROBOGAN.NEWS-Misteri peristiwa pembuangan bayi di dalam kardus di Donoharjo Kelurahan Wuryorejo Wonogiri telah menemui tiitk terang.

Bayi yang masih dalam kardus itu merupakan hasil hubungan badan sepasang kekasih yang masih berusia 15 tahun.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasihumas AKP Suwondo, Selasa (12/10/2021), persetubuhan antara pasangan kekasih itu terjadi kurun waktu dari akhir 2020 sampai dengan pertengahan 2021. Salah satunya di sebuah hotel di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri.

Fakta mengejutkan itu diketahui berawal pada Selasa 24 Agustus 2021 sekitar pukul 06.30 WIB di pinggir jalan Donoharjo RT 5 RW 2, Kelurahan Wuryorejo, telah ditemukan seorang bayi perempuan yang berada di dalam kardus. Kondisi hidup dan bayi dibuang oleh ibu atau orang tuanya.

Baca Juga :  Sering Selingkuh, Oknum Perangkat Desa Tanon Sragen Ini Didemo Warga

Malam harinya pihak kepolisian mengungkap bahwa yang membuang bayi atau ibu dari bayi tersebut adalah anak pelapor. Setelah mengetahui hal itu pelapor selaku ayah korban dan keluarga lainnya bertanya mengenai siapa yang telah menghamili korban tersebut.

“Kemudian korban menjawab bahwa yang menghamilinya adalah kekasihnya dan kejadian persetubuhan tersebut terjadi beberapa kali. Salah satunya terjadi di hotel Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri. Atas hal tersebut pelapor melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian untuk proses lanjut,” beber Suwondo.

Mengingatkan, jajaran Satreskrim Polres Wonogiri akhirnya berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di dalam kardus di Donoharjo, Kelurahan Wuryorejo, Wonogiri.

Baca Juga :  Kondisi Sragen Kian Membaik, Hanya Ada Tambahan 3 Kasus Positif Covid-19. Lokasi Isolasi Sudah Kosong

Ternyata pelaku pembuang bayi tak lain adalah ibu kandung bayi itu sendiri. Pelaku warga Wonogiri masih di bawah umur, berusia 15 tahun dan masih duduk di bangku SMK kelas X.

“Tindak pidana bila seorang ibu takut akan diketahui orang bahwa ia telah melahirkan anak, menempatkan anaknya itu untuk ditemukan atau meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308 KUHPidana juncto Pasal 81 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 atas perubahan kedua Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto didampingi Kasatreskrim AKP Supardi saat konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga :  Untuk Keenam Kalinya Sragen Raih WTP, Dapat Bonus DID Rp 14 M

Kapolres menyebutkan pelaku adalah ibu kandung bayi yang mulutnya diplester. Pelaku masih di bawah umur dan masih duduk di Kelas X sebuah SMK. Pelaku merupakan warga Wonogiri.

Kapolres menjelaskan, pihaknya melakukan penyelidikan ke beberapa tempat. Sampai kemudian mendapat informasi bahwa pelaku pada pukul 04.30 WIB membeli pembalut ke warung milik tetangganya. Pemilik warung sempat curiga kepada pelaku karena pelaku tidak biasanya membeli pembalut ke warung miliknya.

  • Bagikan