Kondisi Membaik, Pemerintah Mulai Dorong Sektor Usaha Properti untuk Bangkit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). IST
  • Bagikan

SOLO, GROBOGAN.NEWS – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah kini mulai mendorong  sektor usaha properti dalam kerangka pemulihan ekonomi nasional.

Dorongan tersebut diberikan seiring dengan
membaiknya kondisi,  dengan menurunnya kasus Covid-19 di tanah air.

Menko Airlangga menjelaskan, saat ini penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai 56,7% yang diprediksi akan mencapai 66,6% di 2035 dan 72,8% di 2045.

Di samping itu, masih ada 15,5 juta orang yang tinggal di rumah tidak layak pada 2020. Untuk itu, sektor properti terus didorong agar terus berkontribusi aktif dalam penyediaan hunian yang layak.

Baca Juga :  Warga yang Terjerat Pinjol Ilegal Diimbau tak Bayar Cicilan Meski Ditagih

Oleh karena itulah, menurut Menko Airlangga, diperlukan strategi yang tepat untuk mendongkrak bisnis sektor properti dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Sektor properti memiliki multiplier-effect baik dari sisi forward-linkage maupun backward-linkage terhadap 174 sub sektor industri baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyerapan tenaga kerja langsung di industri properti juga mencapai hingga 19 juta orang,” tutur Menko Airlangga.

Berbagai insentif yang telah diberikan oleh Pemerintah di sektor ini antara lain adalah kebijakan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100% untuk kredit properti.

Baca Juga :  5 Tradisi Unik di Nusantara yang Kental dengan Maulid Nabi

Pada tahun 2021 Pemerintah juga telah menerbitkan kebijakan pemberian insentif PPN yang telah diberikan sejak bulan Maret hingga Agustus dan telah diperpanjang hingga Desember 2021.

“Kebijakan PPN ditanggung Pemerintah telah memberikan dampak pada pergerakan pasar pada segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke atas dan pertumbuhan penjualan terjadi secara signifikan pada segmen rumah dengan harga Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar dan di atas Rp 2 miliar,” kata Menko Airlangga.

Baca Juga :  Kunjungi NTB, Menko Perekonomian Gelar Pertemuan dengan Penerima Program Kartu Prakerja

Hasilnya, pada kuartal II tahun 2021 PDB sisi produksi sektor jasa real estate mampu tumbuh 2,82 persen dan ini lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang sebesar 0,94 persen.

Sementara itu sektor jasa konstruksi juga tumbuh sebesar 4,42 persen secara tahunan. Dari segi investasi, Penanaman Modal Tetap Bruto tumbuh sebesar 7,54 persen secara tahunan didukung oleh pertumbuhan bangunan.

  • Bagikan