Calon Ketum PBNU Yahya Staquf Tak Ingin NU Ikut Berkompetisi Politik

Mantan juru bicara (Jubir) Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya Cholil Staquf menyapa para undangan usai dilantik menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. TEMPO/Subekti.
  • Bagikan

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS-Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf menginginkan agar NU tidak ikut kompetisi politik.

Ia juga menegaskan tak ingin pada pemilihan presiden atau Pilpres 2024 ada kandidat dari PBNU.

Baca Juga :  Berkat Tritter, Anak yang Hilang 5 Tahun Ini Ditemukan Hanya dalam 2 Hari

Pernyataan itu ia sampaikan karena berkaca dari Pilpres 2019 di mana Rais Aam PBNU saat itu, Ma’ruf Amin, menjadi calon wakil presiden.

“Saya melihat keberhasilan mendudukan wapres di Pemilu lalu bisa mendorong para aktivis NU untuk mengulangi lagi,” kata Yahya kepada Tempo, Senin (11/10/2021).

Baca Juga :  Untuk Antisipasi Gelombang 3 Covid-19 Akhir Tahun, Ini 6 Strategi yang Disiapkan Pemerintah

Yahya Staquf mengaku tidak ingin pengalaman tersebut menjadi suatu pola yang terus dilakukan.

Sebab, kata dia, hal tersebut dapat merugikan bangsa karena kehilangan satu komponen yang punya kapasitas menjadi penyangga sistem, untuk mencegah terjadinya pembelahan berkepanjangan.

Baca Juga :  Perludem Perkirakan Pilpres 2024 Tak Lebih dari 3 Pasangan Calon

Menurut mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini, NU harus bisa menjadi milik semua orang, menyediakan ruang, dan melayani semua pihak.

  • Bagikan