KPK: Penyaluran Pegawai Nonaktif KPK ke BUMN Sudah Dikonsep Lama untuk Penguatan Simpul Antikorupsi di Lembaga Lain

3108 gedung KPK
Ilustrasi gedung KPK / tribunnews
  • Bagikan

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Para pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menganggap rencana penyaluran mereka ke BUMN sebagai bentuk merendahkan marwah pegawai KPK.

Sebagaimana diketahui, salah satu pegawai KPK nonaktif, Novel Baswedan  mengatakan, mereka disodori dua surat, yaitu surat pengunduran diri dan surat permohonan kerja di BUMN. Hal itu menurut Novel, merupakan bentuk pelecehan terhadap marwah KPK.

Baca Juga :  Terjerat Kasus Suap, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dikabarkan Resmi Tersangka

Mengenai hal itu, Sekretaris Jenderal KPK,  Cahya Hardianto Harefa menyebut bahwa penyaluran kerja pegawai ke BUMN itu sebenarnya  sudah lama terkonsep.

Para pegawai yang disalurkan nantinya diharapkan dapat menjadi agen antikorupsi di institusi lain.

Baca Juga :  Pemerintah Siap Melakukan Penguatan Terhadap Sektor Ekonomi Syariah

“Penyaluran kerja bagi pegawai KPK tersebut sebetulnya juga sesuai dengan program KPK yang telah lama dicanangkan, yaitu untuk menempatkan insan KPK sebagai agen-agen antikorupsi di berbagai instansi dan lembaga,” tutur Cahya dalam keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga :  Pendukung Jokowi di Jatim Dukung Ganjar, Relawan Puan Yakin Rekomendasi Tetap ke Puan

Cahya meminta publik tidak berburuk sangka terhadap KPK.  Komisi antikorupsi menegaskan tidak mau mendepak pegawainya. 

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan