Suparlan Menambah Deretan Korban Tewas Kesetrum Jebakan Tikus

images 11
Ilustrasi mayat / pixabay
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Jebakan tikus beraliran listrik di Sragen lagi-lagi makan korban. Terkini, yang menjadi korban adalah seorang petani, Suparlan (69), warga Dukuh Gabusan RT 19, desa Tanon, Tanon, Sragen.

Petani nahas itu ditemukan tak bernyawa di sawahnya sendiri pukul 06.00 WIB di Dukuh Gabusan, Tanon, Sragen.

“Korban ditemukan meninggal tengkurap di sawahnya akibat kesetrum jebakan tikus. Di sawahnya sendiri, listriknya sendiri,” papar Kaur Desa Tanon, Dawam, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (24/8/2021).

Korban ditemukan tewas dengan luka bakar di bagian dada. Saat ditemukan pertama kali, posisinya tengkurap menindih kabel jebakan tikus yang ada di sawahnya.

Baca Juga :  Baru Capai 40 Persen, Pemkab Sukoharjo Akhirnya Genjot Vaksinasi Covid-19

Kematian Suparlan semakin menambah panjang daftar tragedi korban meninggal yang melayang akibat pemasangan setrum jebakan tikus di Sragen.

Daftar Kejadian dan Korban

Dari catatan JOGLOSEMARNEWS.COM , Suparlan tercatat menjadi korban tewas ke-19 di tangan perangkap setrum jebakan tikus selama kurun satu setengah tahun terakhir.

Sebelumnya, ada Munadi (51) petani di Dukuh Nguter, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, tewas kesetrum jebakan tikus di sawahnya pada Sabtu (31/7/2021) malam.

Sehari sebelumnya, petani asal Desa Tangkil Sragen, Sukimin (58) juga tewas kesetrum jebakan tikus di sawahnya Kamis (29/7/2021) malam.

Ia tewas tergeletak di sawahnya usai kesetrum jebakan tikus yang dipasangnya sendiri.

Baca Juga :  Nestapa Balita Adi Saputra, Ayah Ibunya Tewas Kecelakaan dengan Truk di Sragen

Sebelumnya, insiden serupa menimpa Iwan Supardi (61) petani di Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen. Iwan ditemukan tewas kesetrum jebakan tikus di sawahnya tepat di hari Raya Idul Fitri, Kamis (13/5/2021).

Di belakangnya ada Suyadi Siswanto (64) petani asal Dukuh Ngaringrejo, Desa Newung, Sukodono, Sragen yang juga meninggal kesetrum jebakan tikus di sawahnya akhir April 2021.

Lantas ada Cipto Purnomo (55) perangkat desa Kecik, Tanon yang tewas akibat setrum jebakan tikus di sawah bengkoknya, Sabtu (10/4/2021).

Lalu Mbah Sunardi (63), petani asal Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen meninggal juga akibat kesetrum jebakan tikus di persemaian sawahnya pada Sabtu (6/3/2021) silam.

Baca Juga :  Menggembirakan, Kasus Covid-19 di Sragen Hanya Tambah 6 Orang Saja

 

Petani malang itu ditemukan meregang nyawa di persemaian sawahnya dengan tubuh luka bakar kesetrum jebakan tikus yang dipasangnya sendiri.

Sebelumnya, 12 warga di beberapa wilayah juga sudah meregang nyawa akibat kesetrum perangkap jebakan tikus di sawah.

Di antaranya Senin (2/11/2020) silam, petani asal Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen, Suyadi (58) warga Dukuh Tanjang RT 21, Kedung Upit, Sragen juga ditemukan tewas kesetrum di sawahnya.

Kemudian dua hari berikutnya, Rabu (4/11/2020) kejadian serupa kembali terulang.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan