GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Info Penting ! Jangan Buru-buru Khawatir. Tak Bisa Membau Tak Selalu Terpapar Covid-19. Ini Penjelasan

Ahli ilustrasi kehilangan indra penciuman / tempo.co

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS-Belakangan ini, ketika pandemi Covid-19 melanda, orang mudah khawatir, atau malah syok ketika mengalami kondisi hidung tidak dapat mencium bau.

Dalam keadaan semacam itu, secara spontan orang akan berpikir dirinya reaktif atau malah terpapar Covid-19.

Sebenarnya Anda tak perlu buru-buru khawatir, karenaa gejala hilangnya indra penciuman tidak selalu berhubungan dengan pandemi yang saat ini melanda berbagai penjuru negeri.

Direktur Pusat Bau dan Rasa Universitas Florida, Steven Munger mengungkapkan bahwa hilangnya indra penciuman tidak cukup dijadikan indikasi utama ketika seseorang terkena Covid- 19.

Baca Juga :  Rencana Luhut Produksi Laptop Merah Putih Dikritik Susi Pudjiastuti. Mendingan Uangnya untuk BLT Rakyat

“Pada kasus Covid-19, kehilangan penciuman mungkin tidak terjadi seperti halnya infeksi saluran pernapasan lainnya,” kata Steven Munger seperti dilansir dari laman tempo.co, Jumat (9/7/2021).

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu gejala terkonfirmasi positif Covid-19 adalah hilangnya kemampuan indra penciuman. Namun, anosmia juga dapat terpicu karena beberapa hal.

Terdapat kemungkinan bahwa anosmia terjadi akibat pilek, alergi, infeksi sinus, atau kualitas udara yang tidak baik. Hilangnya inda penciuman juga dapat dipicu oleh polip pada hidung.

Baca Juga :  Kasus Obat Invermectin, ICW Endus Adanya Indikasi Keruk Keuntungan di Masa Pandemi Covid-19

Tidak hanya itu, anosmia juga muncul ketika hidung atau saraf penciuman mengalami cedera setelah operasi atau trauma kepala.

Paparan bahan kimia yang beracun serta penggunaan obat-obatan tertentu juga memungkinkan gejala anosmia muncul.

Obat-obatan tersebut seperti antibiotik, antidepresan, obat anti inflamasi, obat jantung, dan beberapa jenis lainnya.

Penyalahgunaan kokain juga memicu hilangnya kemampuan indra penciuman. Kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit alzheimer, penyakit parkinson, multiple sclerosis, kekurangan nutrisi, kondisi bawaan, dan gangguan hormonal juga menjadi penyebab anosmia.

Baca Juga :  Bersama Perpanjangan PPKM Level 4, Pemerintah Bakal Menambah Bantuan Sosial

Selain faktor medis, faktor usia juga dapat mengindikasikan alasan hilangnya kemampuan indra penciuman.

Usia 30 hingga 60 tahun merupakan kondisi normal di mana indra penciuman manusia dapat berfungsi dengan baik. Setelah usia 60 tahun, kemampuannya mulai menurun. Linda Andini Trisnawati

Artikel ini telah terbit di JOGLOSEMARNEWS https://joglosemarnews.com/2021/07/jangan-buru-buru-khawatir-tak-bisa-membau-tak-selalu-terpapar-covid-19-ini-penjelasan-ahli/