GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Atasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemkab Temanggung Tambah Personel Tenaga Kesehatan yang Disiagakan

Ilustrasi tenaga kesehatan. Foto: pixabay.com

TEMANGGUNG, GROBOGAN.NEWS-Gelombang penularan virus corona atau Covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Tengah masih terasa menggema.

Lonjakan Covid-19 juga terjadi di wilayah Kabupaten Temanggung.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung merekrut tenaga kesehatan (nakes) tambahan untuk pelayanan pasien Covid-19 di rumah sakit seiring peningkatan pasien di daerah tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei mengatakan, perekrutan tersebut ditujukan untuk menambah layanan pasien Covid-19 di RSUD dan RS swasta.

“Nakes ini non-ASN dengan kriteria khusus, yakni untuk bisa mendukung merawat pasien Covid-19. Mereka kontrak bulanan,” kata Dwi Sukarmei, ditemui di sela-sela peninjauan vaksinasi massal yang digelar Kodim 0706/ Temanggung di Pendopo Pengayoman, belum lama ini.

Dwi mengatakan terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Temanggung, yang menyebabkan bangsal perawatan pasien Covid-19 yang telah dipersiapkan di rumah sakit penuh.

Sehingga rumah sakit menambah bangsal baru. Sambil menunggu bangsal siap, di depan rumah sakit PKU Muhammadiyah dan RSUD Temanggung didirikan tenda.

Tenda ini, terangnya, untuk pemeriksaan awal pasien. Pasien bergejala sedang dan berat akan masuk ke bangsal rawat inap atau IGD, sedang yang bergejala ringan diminta untuk isolasi mandiri.

“Jika nanti bangsal telah siap, tenda segera dibongkar, jadi tenda ini hanya bersifat sementara saja,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 0706/ Temanggung Letkol Kurniawan

Hartanto mengatakan Kodim membantu vaksinasi massal untuk percepatan vaksinasi. Vaksinasi menggunakan AstraZeneca dan sejauh ini telah ada sekitar 2.000 dosis. Terinci 1.500 dosis untuk masyarakat umum dan 500 dosis untuk ASN dan pegawai BUMD.

“Vaksinasi hari ini untuk 500 orang dari ASN dan karyawan BUMD,” tuturnya.

Ia mengatakan, minggu depan, Kodim juga berencana menggelar vaksinasi, dengan target 2.000 orang masyarakat umum dan pelayan masyarakat.

“Saat ini virus seakan lebih cepat menular, maka pelayan masyarakat perlu divaksin, karena rentan tertular,” tambahnya.

Ia mengatakan, saat ini Balai Latihan Kerja (BLK) dan Wisma Atlet Temanggung telah disiapkan sebagai cadangan rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19 yang dalam masa penyembuhan. Langkah ini ditempuh agar rumah sakit tidak penuh.

“Pasien tidak bergejala atau bergejala ringan disarankan untuk isolasi mandiri. Sedangkan pasien yang menunggu penyembuhan digeser dari rumah sakit ke BLK dan wisma atlet, yang kapasitasnya bisa mencapai 62 tempat tidur,” jelasnya