GROBOGAN.NEWS Solo

Kala Boyolali Bak Kota Mati

Suasana kota Boyolali lengang bak kota mati, saat kebijakan gerakan di rumah saja diberlakukan / Foto: Waskita

BOYOLALI, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten Boyolali telah mengguliirkan kebijakan Gerakan Satu Hari di Rumah Saja, Minggu (27/6/2021).

Imbauan kebijakan di rumah saja, membuat Boyolalu seperti kota mati. Penutupan pasar tradisional serta pertokoan berdampak terhadap suasana Kota Boyolali, Minggu (27/6). Kota yang biasanya ramai, berubah sepi.

Jalur protokol Jalan Pandanaran yang membelah kota sepi. Hanya ada beberapa kendaraan melintas. Kondisi sepi ini imbas dari Gerakan di Rumah Saja yang dicanangkan Bupati Boyolali. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) setempat langsung merespon dengan menutup seluruh pasar tradisional di wilayah Boyolali.

Baca Juga :  Kepala BPKPD Sragen Dwiyanto Sekeluarga Terpapar Covid-19

Total ada 44 pasar yang ditutup. Di Boyolali Kota, ada tiga pasar ditutup yaitu, Pasar Sungingan, Pasar Kota Boyolali dan Pasar Unggas Ngebong. Penutupan juga mencakup toko modern maupun warung- warung makan.

Penutupan sesuai SE No 510/2537 tentang pelaksanaan operasional perdagangan dalam penerapan PPKM yang dikeluarkan Disdagperin Boyolali berlaku pada Minggu 27 Juni dan 4 Juli mendatang.

Baca Juga :  Wah, Sekitar 200 Warga Sragen Menghindar dari Kewajiban Vaksin. Satpol PP Terpaksa Blusukan untuk Menjemput

Dari pantauan, jalan protokol yang ditutup nampak lengang. Penutupan mulai dari perempatan terminal lama ke arah timur hingga pertigaan Berlian atau batas kota. Kendaraan dari arah timur diizinkan melintas lewat Jalan Lingkar Selatan.

Sedangkan kendaraan dari arah barat melintas lewat Jalan Lingkar Utara. Untuk memastikan kepatuhan masyarakat, Tim Satgas Covid-19 melakukan patroli terus- menerus. Tim juga melakukan sosialisasi tentang pentinnya prokes ketat.

Baca Juga :  Lawan Lewat Kasasi di MA, Terdakwa Kasus Korupsi Eks Dirut RSUD Sragen Dapat Pengurangan Hukuman 4,5 Tahun

Kepala Satpol PP, Sunarno menjelaskan, pihaknya melakukan patroli ke seluruh wilayah kota guna memastikan Gerakan di Rumah Saja dipatuhi masyarakat.

Jika ditemui ada toko atau warung makan buka, langsung ditegur dan diminta tutup.

“Tak hanya di kota, patroli serupa juga dilakukan di semua wilayah kecamatan. Adanya gerakan ini untuk mencegah terjadinya lonjakan penyebaran virus Covid-19,”  ujarnya.  Waskita