GROBOGAN.NEWS Umum Pantura

Kembali Dibuka, Kedisiplinan Prokes dan Sarana Penunjang Wajib Diprioritaskan

Ilustrasi

BATANG, GROBOGAN.NEWS-Destinasi wisata di Kabupaten Batang dibuka lagi setelah sempat ditutup akhir pekan lalu. Pembukaan kembali dilakukan dengan ketentuan yang ketat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, mengatakan, setiap pengelola destinasi wisata diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan dan melakukan pengawasan ketat dalam pelaksanaannya.

“Pengunjung yang boleh masuk hanya 30 persen. Artinya jika suatu objek wisata memiliki kapasitas seribu orang, maka hanya 300 orang yang diizinkan masuk. Setelah 300 orang itu keluar, (pintu) baru dibuka kembali untuk pengunjung lain” tegasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, tempo hari.

Baca Juga :  Program Pencanangan Kota Pendidikan Direalisasikan

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kewaspadaan pemerintah terhadap munculnya potensi penyebaran pandemi Covid-19, khusus klaster pariwisata. Ia berharap, masyarakat dan para pelaku serta penggiat wisata turut berkontribusi dalam penanganan pandemi, antara lain dengan menaati aturan tentang protokol kesehatan.

Baca Juga :  Pelaksanaan PPDB Dilaksanakan dengan Pembatasan dan Penerapan Prokes secara Ketat

Ditemui secara terpisah, Manajer Batang Dolphin Center, Oktavianus Bagus Wijaya Danu menuturkan, pihaknya telah berupaya secara maksimal menerapkan protokol kesehatan, dengan menyiapkan sarana prasarana penunjang.

“Hanya saja, ada sebagian pengunjung yang terkadang kurang memiliki kesadaran pentingnya disiplin protokol kesehatan. Masyarakat sudah terlalu lama berada di dalam rumah, jadi ketika objek wisata dibuka, mereka berbondong-bondong untuk mencari udara segar, tapi belum bisa diajak berpikir disiplin prokes,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penyelesaian Permasalahan KTP di Kabupaten Batang Jadi Prioritas

Melihat kondisi demikian, pihaknya secara rutin mengingatkan para pengunjung untuk memakai masker, menjaga jarak agar tidak berkerumun, serta rajin mencuci tangan dengan fasilitas yang sudah disediakannya. Aris