GROBOGAN.NEWS Solo

Kapolda Jateng Targetkan 2 Minggu untuk Tekan Angka Kasus Covid-19 di Sragen

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfhi (kanan depan) didampingi Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto bersama Bupati dan Kapolres saat menggelar konferensi pers usai rakor membahas kenaikan kasus Covid-19 di Polres Sragen, Kamis (27/5/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfhi memberi waktu dua pekan ke depan untuk menurunkan angka kasus covid-19 di Kabupaten Sragen.

Pasalnya, belakangan, lonjakan kasus Covid-19 di Bumi Sukowati tersebut cukup signifikan, sehingga harus ditekan semaksimal mungkin.

Penegasan itu disampaikan Kapolda usai memimpin rapat koordinasi dengan Bupati, Kapolres dan Dandim Sragen di Mapolres, Kamis (27/5/2021).

“Harapan kami, ini warning 2 minggu ke depan Insya Allah kasus Covid-19 di Sragen akan mengalami penurunan,” papar Kapolda kepada wartawan.

Bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto, Kapolda memang langsung terjun ke Sragen guna menggelar rakor terbatas bersama jajaran Bupati dan dinas terkait.

Rapat digelar untuk menyikapi meroketnya kasus covid-19 di 5 kabupaten di Jateng yang belakangan kasusnya meroket.

Usai memimpin rapat, Kapolda mengatakan sengaja berkunjung ke Sragen karena Sragen termasuk di antara 5 kabupaten di Jateng yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 cukup signifikan.

“Kami berkunjung ke 5 Kabupaten yang kasus covid-nya mengalami peningkatan signifikan. Termasuk di Sragen ini,” urai Kapolda.

Pucuk pimpinan Polda Jateng itu menyampaikan atas kondisi itu, kunjungannya tersebut juga dalam rangka memberi dukungan moril dan semangat kepada anggota di wilayah.

Baca Juga :  Airlangga: Tingkat Kebermanfaatan Capai 91%, Program Pra Kerja Semester II 2021 Segera Dibuka

Terutama untuk tetap kembali menggencarkan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Untuk Sragen dengan 20 kecamatan, ia berharap peran bhabinkamtibmas dan Babinsa agar bersinergi lebih menggalakkan kembali pelaksanaan PPKM mikro di wilayah masing-masing.

“Tidak ada jalan keluar lain, kecuali bersemangat. Hasil diskusi tadi kita akan sama-sama melakukan pengamatan menyeluruh untuk mengetahui akar penyebab mengapa kasus covid-19 di Sragen menanjak,” terangnya.

Terkait upaya menekan laju covid-19, Kapolda menegaskan agar menggencarkan tracing apabila ada temuan kasus positif serta membantu peralatan swab antigen. Hal itu untuk memudahkan pemetaan mana wilayah dengan kasus covid-19 tinggi.

“Sragen tadi sudah ada treatment jemput bola. Kalau ada kasus terkonfirmasi, satuan gugur tugas sudah bergerak dengan memberikan isolasi di Technopark. Tracing secara massif dan acak yang dilakukan Satgas gugur tugas baik dengan Polres dan Kodim,” terangnya.

Kapolda menambahkan pihaknya juga mendorong dengan membantu beberapa alat antigen ke wilayah-wilayah. Sehingga diharapkan bisa memetakan mana wilayah yang kasus covid-nya tinggi.

Baca Juga :  Lonjakan Tertinggi! Sehari di Sragen Ada Tambahan 150 Kasus Baru Covid-19

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan lonjakan kasus covid-19 di Sragen terjadi karena tracing yang dilakukan secara massif terhadap temuan kasus covid-19.

Menurutnya jika sebelumnya tracing satu kasus positif, hanya 30an kontak erat yang diswab, kali ini tracing bisa mencapai 50an orang. Dengan makin banyak yang ditracing dan diswab otomatis peluang untuk ditemukan kasus positif semakin besar.

“Kemudian setiap ada temuan satu kasus baru, kita minta dikejar dengan tracing sampai zero atau tuntas. Kalau ada yang positif untuk segera ditangani dan diisolasi mandiri sehingga tidak semakin menyebar. Kemudian kemarin dari bantuan Kapolda kita dapat 6.400 swab antigen dan sudah terpakai 2.000an. dengan makin banyak yang diswab, temuan kasusnya akan bertambah,” terangnya.

Selain itu, lonjakan kasus covid-19 juga dipicu oleh kelonggaran masyarakat yang seolah sudah jenuh dengan pembatasan. Menurutnya, beberapa kegiatan yang memicu kerumunan seperti hajatan dan kegiatan lain sudah mulai berjalan dan kesadaran masyarakat untuk menaati porkes juga mulai menurun.

“Ini yang harus kembali diketatkan prokesnya. Karena melihat ada sedikit-sedikit kelonggaran sehingga perlu disemangatkan kembali bahwa covid-19 masih ada dan harus jadi perhatian,” tandasnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Melonjak, Akses Menuju Objek Wisata Rowo Jombor Ditutup

Sementara, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menambahkan dengan situasi peningkatan kasus covid, pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan seluruh aparat TNI polri serta Pemda untuk bersatu menangani covid-19.

Menurutnya ikhtiar aparat dan Pemda tidak akan berhasil tanpa ada partisipasi aktif dari masyarakat Sragen. Ia juga mengingatkan bahwa covid-19 belum selesai sehingga kesadaran warga untuk senantiasa menaati protokol kesehatan harus kembali ditingkatkan.

“Covid-19 belum selesai. Vaksinasi yang sudah diberikan tidak menjamin atau masih bisa terpapar ulang kena covid-19. Maka dari itu tetap gunakan prokes. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak serta menghindari kerumunan serta kegiatan yang sifatnya bersama-sama,” tandasnya.

Pangdam menambahkan dari laporan bupati, masih ada 295 kegiatan hajatan yang akan diselenggarakan. Karenanya masyarakat diminta untuk tetap menggunakan prokes dan ijin aparat setempat.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi dengan aparat keamanan, aparat daerah dan masyarakat agar bisa mengatasi pandemi covid-19. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/05/kapolda-jateng-warning-kasus-covid-19-sragen-harus-turun-2-minggu-ke-depan-ini-tanggapan-bupati-yuni/